Pengalaman Tes CPNS: Sulitnya Melengkapi Berkas Administrasi

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang disebut dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah keinginan sejuta umat. Gaji tinggi dan pekerjaan yang pasti membuat PNS seolah-oleh menjadi tujuan utama setelah lulus kuliah.

Begitu juga dengan kakakku, sebut saja Wulan yang sudah dua tahun menyandang gelar sarjana. Setelah mempertimbangkan masak-masak apa yang ia inginkan, kakakku memutuskan untuk mengikuti tes CPNS di tahun 2019.

Tahap-Tahap Seleksi CPNS

Sejak diumumkannya informasi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS, kakakku mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi. Ia pun mencari informasi tentang tahap-tahap seleksi yang harus ia lalui untuk menjadi CPNS.

Untuk menjadi CPNS, ada beberapa tahap seleksi yang perlu dilalui, antara lain Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), Wawancara, Psikotes, dan Tes Kesehatan.

Baca juga : Pengalaman Tes CPNS 2019. Harus Siap Ribet atau Gak Usah Daftar!

Seleksi Administrasi

Pada seleksi administrasi, peserta seleksi harus melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk keperluan administrasi. Berkas-berkas yang dibutuhkan, antara lain legalisir ijazah, transkrip nilai, akreditasi kampus, legalisir KTP, SKCK, dan surat sehat jasmani.

Setelah hasil seleksi administrasi diumumkan, akan ada masa sanggah. Masa sanggah biasanya berlangsung selama 3 hari setelah pengumuman hasil seleksi administrasi. Pada masa ini, para peserta seleksi bisa mengajukan sanggahan terhadap hasil pengumuman seleksi administrasi apabila dirasa ada kejanggalan.

Baca juga : Mau Jadi Freelance Writer & Translator? Simak Pengalamanku Berikut Ini Yuk!

Seleksi Kompetensi Dasar

Lolos pada seleksi administrasi, tahap selanjutnya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pada tahap ini, peserta diminta mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit, dengan asumsi 54 detik/soal.Soal SKD disusun oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang terdiri atas 3 kategori, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Di tahun 2019, terdapat informasi baru mengenai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 24 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS 2019. Dari peraturan ini terdapat perbedaan jumlah soal tiap kategori dan juga perubahan nilai ambang batas atau yang biasa kita kenal dengan passing grade.

Perubahan komposisi soal , yaitu TWK dari 35 menjadi 30 soal, TIU yang sebelumnya 30 menjadi 35 soal, sedangkan TKP tetap 35 soal. Sedangkan untuk passing grade, yaitu 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 126 untuk TKP. Passing grade ini berbeda untuk formasi khusus, seperti lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora, dan juga putra/putri Papua dan Papua Barat.

Pengerjaan soal SKD sendiri sudah tidak lagi menggunakan kertas ujian, melainkan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Untuk penilaiannya, jawaban benar TWK dan TIU memiliki skor 5 poin. Sedangkan, jawaban salah atau tidak menjawab pada TWK dan TIU memiliki skor 0 poin. Untuk soal TKP, diwajibkan untuk menjawab, karena tidak ada nilai 0, dan setiap jawaban memiliki skor rentang 1-5 poin.

Seleksi Kompetensi Bidang

Setelah dinyatakan lulus SKD, tahap selanjutnya adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Soal dari SKB sendiri dibuat berdasarkan bidang formasi yang dipilih. Misalnya, jika kamu memilih formasi dokter, maka soal yang ditanyakan seputar kedokteran, seperti diagnosa dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, peserta seleksi harus cermat ketika memilih formasi CPNS. Peserta seleksi juga harus memahami, apakah formasi yang dipilih merupakan jabatan fungsional atau jabatan pelaksana.

Pengalaman Seleksi CPNS, Lolos?

Setelah sedikit membahas tentang seleksi CPNS, lalu bagaimana dengan pengalaman kakakku ketika mengikuti tes? Singkat cerita, kakakku cukup kesulitan dalam seleksi administrasi. Menurut kakakku dan juga testimoni beberapa orang mengenai seleksi CPNS, seleksi administrasi adalah salah satu tahapan yang sulit.

Alasannya sederhana, tidak mudah untuk melengkapi berkas-berkas administrasi. Mencari legalisir beberapa berkas di samping kesibukan pekerjaan memang cukup menyita waktu. Belum lagi jika ada beberapa berkas yang tidak memenuhi kualifikasi.

Setelah berjuang mengumpulkan berkas, ternyata kakakku tidak lolos seleksi administrasi. Ini karena berkas yang dibutuhkan belum lengkap. Mungkin memang belum rezekinya di tahun 2019. Walau gagal, kakakku masih semangat untuk mengikuti seleksi di kesempatan berikutnya.

Dari kegagalan ini, ia jadi benar-benar mempersiapkan diri untuk seleksi di kesempatan yang akan datang. Bahkan, ia telah mempersiapkan diri untuk SKD dan juga SKB sesuai dengan formasi yang diincarnya.

Baca juga : Pengalaman Mesin ATM Mati saat Tarik Tunai, Saldo Terpotong?

Tips Sukses Menghadapi Seleksi CPNS

Menghadapi seleksi CPNS memang tidak mudah. Namun, tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha. Lalu, bagaimanakah tips sukses dalam menghadapi seleksi CPNS. Berikut adalah beberapa tips dariku yang aku himpun dari beberapa sumber.

1. Persiapkan Berkas dari Jauh-Jauh Hari

Berkas-berkas untuk seleksi administrasi kerap kali dianggap sepele. Padahal, banyak peserta seleksi yang gugur pada tahap ini.

Untuk mengantisipasi kesalahan atau berkas yang belum siap ketika seleksi administrasi, maka kamu bisa mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dari jauh-jauh hari. Misalnya, untuk legalisasi ijazah dan juga akreditasi kampus, bisa dilakukan ketika kamu memiliki waktu luang.

Baca juga : Pengalaman Tes CPNS 2019 – Harus Siap Ribet atau Gak Usah Daftar!

2. Belajar

 

Selanjutnya, jangan lupa belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi SKD dan juga SKB. Untuk SKD, banyak buku dijual dipasaran yang memuat materi SKD. Selain itu, cakupan tiap kategori SKD, baik TWK, TIU, dan TKP telah diinformasikan, sehingga kamu bisa lebih mudah dalam mencari materi untuk belajar.

Selain SKD, kamu juga bisa mencuri start untuk belajar SKB. Untuk SKB, belum banyak buku atau pun referensi di internet mengenai materi SKB. Hal ini karena banyaknya bidang sesuai formasi yang dituju. Oleh sebab itu, kamu perlu mencari materi sendiri dan dapat disesuaikan dengan formasi yang kamu incar.

3. Perbanyak Latihan Soal

Latihan soal adalah cara terbaik dalam mempersiapkan diri menghadapi SKD dan SKB. Dengan latihan soal, maka kamu dapat melatih kemampuan dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan nantinya. Selain itu, kamu juga bisa memperkaya pengetahuanmu mengenai model-model soal dengan cara mengerjakan soal dari buku maupun internet.

Saat ini telah banyak situs yang menyediakan simulasi seleksi CAT CPNS online secara gratis. Kamu bisa memanfaatkan layanan ini untuk melatih kemampuanmu dalam mengerjakan soal-soal yang relevan. Dengan simulasi ini, kamu juga bisa merasakan sensasi seleksi CAT CPNS, agar nanti tidak kaget di hari pelaksanaan ujian.

4. Siap Fisik dan Mental

Terlalu fokus belajar jangan sampai membuat ketahanan fisikmu turun. Baik ketika persiapan maupun di saat hari pelaksanaan, jangan sampai melewatkan sarapan. Karena, ketika mengerjakan soal, otakmu memerlukan asupan nutrisi.

Selain itu, jagalah kesehatan agar tidak sakit di hari ujian. Apalagi, setelah SKD dan SKB, masih ada tes kesehatan dalam rangkaian seleksi CPNS. Tak hanya kesiapan fisik, mentalmu juga harus siap. Tidak perlu gugup dalam mengikuti rangkaian seleksi, dan percayalah bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya.

5. Berusaha dan Berdoa

Lakukan usahamu dengan semaksimal mungkin. Di samping persiapan yang sungguh-sungguh, kamu juga harus mengikuti rangkaian seleksi dengan sungguh-sungguh. Berikanlah performa terbaikmu dalam usaha menjadi CPNS.

Liputilah usahamu dengan doa kepada Tuhan. Jangan lupa juga untuk meminta restu orangtua agar mereka turut mendoakanmu. Perbanyaklah amalan-amalan yang mampu membuatmu tenang dan percaya diri dalam menghadapi seleksi.

Sekianlah sekelumit kisah tentang usaha kakakku dalam mengikuti seleksi CPNS di tahun 2019. Walau pun belum berhasil menjadi CPNS, semoga kisah ini berhasil menginspirasi siapa pun yang membacanya. Tetap semangat dan berusahalah sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *