Apa Itu Tuyul dan Opik? Bagaimana Cara Menghindari dan Mengatasinya?

By | 7 Maret 2019

Terus meningkatnya jumlah ojek online (ojol) membuat persaingan makin ketat. Ada yang tetap mencari nafkah di jalan halal, tapi ada juga yang melakukan aksi curang lewat tuyul dan opik. Tentu hal ini bikin Anda penasaran, apa sih tuyul dan apa itu opik yang begitu meresahkan para ojol? Secara mudahnya, kedua hal ini adalah kecurangan yang dilakukan ojol demi meningkatkan orderan.

Tuyul dan Opik

Bukan hanya meresahkan para ojol, kehadiran tuyul dan opik juga menjadi masalah serius bagi perusahaan penyedia layanan transportasi daring seperti Grab dan GO-JEK. Kecurangan ini dianggap mengelabui perhitungan server pusat sehingga membuat perusahaan merugi.

Grab dan GO-JEK bahkan sampai bekerja sama dengan pihak keamanan demi memberantas para pelaku tuyul dan opik. Dengan ancaman hukum, hal ini diharapkan bisa mengurangi berbagai aksi curang. Supaya Anda makin paham, yuk bahas satu persatu mengenai aksi curang opik dan tuyul ini.

Apa Sih Tuyul Itu?

Kalau bicara soal tuyul, orang Indonesia tentu mengenalnya sebagai makhluk halus berukuran kecil yang suka mencuri uang. Dan pada dasarnya apa itu tuyul dan opik dalam ojek online punya pengertian yang serupa. Di mana istilah tuyul dalam ojek online adalah sebuah aplikasi khusus driver yang membuat ojol bisa memperoleh uang tanpa perlu menyelesaikan orderan.

Hal inilah yang membuat tuyul dalam ojek online ibaratnya seperti tuyul dalam mitos masyarakat Indonesia. Ojol yang memakai aplikasi driver tuyul akan melakukan orderan palsu dan mengelabui lokasi dirinya sekaligus menyelesaikan orderan itu. Sangat merugikan, bukan? Supaya makin paham, berikut ini beberapa fakta tuyul yang wajib Anda ketahui:

  1. Tuyul di Ojol Berupa Aplikasi Curang

Seperti yang sudah disinggung di atas, tuyul dan opik sebetulnya adalah aksi curang dari para ojol. Jika Anda sering melakukan cheat atau curang bermain game, tuyul menggunakan konsep serupa. Selayaknya Game Guardian (Android), Game Shark (PS1), CodeBreaker (PS2) atau Trainer (PC), aplikasi driver tuyul ini mencurangi kode-kode komputer di dalam server transportasi online.

  1. Aplikasi Tuyul Cari Penumpang Sendiri

Dalam perkembangannya, tuyul dan opik memang menjadi masalah tapi juga ladang uang. Untuk menggunakan aplikasi tuyul, Anda harus memakai ponsel khusus yang sudah di-root. Biasanya para pengguna tuyul memakai ponsel lebih dari satu supaya perusahaan tak curiga penumpang yang diangkut itu-itu saja. Dengan tuyul, Anda tak perlu nongkrong cari orderan karena semua otomatis.

Anda bahkan bisa tidur-tiduran saja di rumah dan kemudian menjalankan tuyul. Nanti seolah-olah Anda tengah menjalankan orderan dan server perusahaan mencatatnya, sehingga memperoleh insentif tanpa perlu bekerja. Bahkan salah satu tersangka pengguna tuyul mengaku tidak memiliki kendaraan karena orderan dipalsukan seluruhnya oleh aplikasi driver tuyul.

  1. Aplikasi Tuyul Dibuat Teknisi Perusahaan

Bicara soal tuyul dan opik, tentu tak lepas dari ‘permainan’ orang dalam. Untuk bisa membuat aplikasi yang mencurangi sistem server, tentu dibutuhkan informasi teknisi perusahaan itu sendiri. Hal itulah yang dibongkar oleh Polda Metro Jaya pada tahun 2018 silam. Di mana mereka menangkap komplotan penyedia tuyul dengan salah satu di antaranya adalah teknisi Grab.

  1. Tuyul Beda Dengan Fake GPS

Apakah tuyul ini serupa dengan Fake GPS? Tentu berbeda. Kalau Fake GPS, Anda hanya mengelabui posisi di peta online. Misalkan saja Anda di rumah, memasang lokasi di mall. Maka nanti orderan ramai di mall bisa Anda peroleh sekalipun tidak nongkrong di sana. Sementara kalau tuyul, Anda benar-benar tidak perlu ‘mengaspal’ karena aplikasi curang membuat seolah-olah bekerja.

  1. Keuntungan Tuyul Fantastis

Dari keterangan polisi dalam penggerebekan komplotan tuyul ojol tahun 2018 silam, tersangka menjual aplikasi tuyul dengan tarif mulai Rp 100 ribu/HP. Salah satu pelaku tuyul mengaku bahwa dia awalnya mendaftar di perusahaan transportasi online secara jujur dengan menyewa mobil. Namun karena penghasilan tidak sesuai harapan, dirinya pun mencoba tuyul.

Dengan aplikasi driver tuyul ini, tersangka membuat sekaligus menerima orderan sendiri dari akun yang berbeda. Tak butuh kendaraan, server akan membaca Anda tengah melakukan orderan. Tak heran kalau tuyul bisa membuat seorang ojol meraup penghasilan Rp 10 juta/bulan.

Istilah Opik Dalam Ojek Online

Setelah membahas tuyul, hal berikutnya yang masih berkaitan dengan fenomena tuyul dan opik adalah mengenai opik. Opik sebetulnya adalah singkatan dari orderan fiktif (piktip = dialek Betawi/Sunda). Seperti namanya, opik adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh aplikasi driver tuyul. Dengan opik, seorang driver bisa melakukan orderan palsu yang menguntungkannya.

Namun dalam perkembangannya, opik kini tidaklah berasal dari aplikasi tuyul saja. Karena ada pihak-pihak ojol yang nekat melakukan opik demi merugikan rekannya. Berikut ini penjelasan kedua jenis opik tersebut:

  1. Opik Dari Tuyul

Keterkaitan tuyul dan opik memang sangatlah erat. Penjelasan di atas sudah menyebutkan kalau pengguna tuyul akan melakukan orderan palsu alias opik. Aksi mengelabui server perusahaan ini bahkan membuatnya mampu meraup keuntungan belasan juta rupiah per bulan.

  1. Opik Untuk Merugikan Ojol Lain

Fenomena opik yang meresahkan ojol adalah orderan masuk tapi konsumen tidak jelas. Misalkan ada GO-RIDE masuk, si driver akan langsung menjemput, tapi kemudian saat di titik penjemputan, akun konsumen mendadak hilang. Begitu pula opik untuk layanan GO-FOOD. Ketika makanan sudah dipesan dan dibayar, saat diantarkan rupanya tidak ada nama konsumen di tempat tersebut.

Apa itu tuyul dan opik

Kedua bentuk opik ini jelas membuat rugi para driver. Selain rugi tenaga, mereka jelas rugi waktu dan uang. Belum lagi biasanya pelaku opik tidak akan membatalkan orderan sehingga akun si ojol tetap terhubung. Hal ini jelas membuat si ojol tak bisa menerima orderan lain dan bisa-bisa server perusahaan menilainya tidak becus yang membuat performa menurun.

Apa itu tuyul dan opik

Lantaran aksi tuyul dan opik ini begitu meresahkan, perusahaan transportasi online pun tak tinggal diam. Berbagai hal dilakukan demi memberantas kedua fenomena curang ini.

Cara Mengatasi Tuyul/Opik Dalam Ojek Online

Bukan tanpa alasan kenapa pihak transportasi online seperti GO-JEK atau Grab benar-benar ingin mencari tahu cara mengatasi tuyul/opik. Bahkan di akhir Januari 2018 silam, kepolisian menangkap 12 driver Grab yang meraup Rp 600 juta karena tuyul. Tak hanya perusahaan, konsumen pun merugi karena keberadaan opik ini.

cara menghindari tuyul-opik

Hal ini disebabkan driver memilih menggunakan tuyul daripada menyelesaikan orderan jujur sehingga driver terdekat sulit didapat. Supaya bisa melawan fenomena curang ini, berikut ini adalah cara mengatasi tuyul/opik yang bisa dilakukan:

  1. Aktif Laporkan Pelaku Opik

Cara menghindari tuyul/opik yang cukup serius dilakukan Grab lewat kampanye Grab Lawan Opik berskala nasional. Dengan ini, semua orang bisa melaporkan kecurangan yang dilakukan mitra pengemudi, penumpang atau mitra perusahaan yang bekerjasama dengan Grab.

Seperti inilah tata cara pelaporan pelaku opik Grab:

Tuyul dan opik

    1. Buka halaman resmi Grab Indonesia di bagian LAPORKAN KECURANGAN – GRAB FAIRPLAY 
    2. Jika halaman sudah terbuka, scroll ke bawah hingga muncul formulir yang wajib diisi
    3. Isi seluruh kolom sesuai aturan mulai dari nama lengkap, nomor HP, email, kota domisili, pelaku opik, informasi kecurangan dan lain-lain.cara lapor tuyul
    4. Unggah bukti opik yang sudah berupa video/foto/screenshoot dengan menekan tombol UPLOAD FOTO. Jika sudah tekan KIRIM. Grab akan melakukan penelusuran laporan dan memutuskan akan tindakan
  1. Ancaman Hukuman Berat

Demi memberantas fenomena tuyul dan opik dari dalam, perusahaan transportasi online baik GO-JEK dan Grab berlomba-lomba memperbaharui sistem server mereka. Langkah ini membuat para driver harus selalu meng-update aplikasi driver mereka. Aplikasi yang tidak update tak akan bisa menerima orderan.

Sementara mereka yang diam-diam pasang tuyul, segala bentuk rooting HP akan bisa dilacak oleh server. HP yang ketahuan rooting akan terindikasi melakukan aksi curang entah dalam bentuk aplikasi tuyul atau Fake GPS. Dengan begitu perusahaan akan mematikan akun pelaku tuyul secara otomatis sehingga seluruh bonus yang diperoleh tak bisa dicairkan.

Bukan hanya menonaktifkan akun, para pelaku tuyul juga terancam akan dilaporkan ke kepolisian dan dipecat dari sistem perusahaan transportasi daring. Lantaran aksi tegas inilah, diharapkan fenomena tuyul dan opik bisa hilang dari Indonesia. Semangat untuk Anda yang terus mencari nafkah di jalan jujur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *