Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019 Beserta Rumus Penghitungan Penghasilan

By | 7 Oktober 2018

Bagi Anda yang bercita-cita menjadi seorang pegawai negeri sipil/PNS atau sudah berstatus sebagai PNS, sudah barang tentu perlu untuk mengetahui tentang tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019. Tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019 ini akan mulai diterapkan pada 1 Januari 2019, dengan persentase kenaikan sebanyak 5 persen. Tidak hanya PNS saja yang menikmati kenaikan ini, bahkan para pensiunan pun akan mendapatkan kenaikan dengan persentase yang sama pula. Salah satu variabel yang ada pada tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019 didasarkan pada tingkat/golongan pegawai negeri itu sendiri.

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019 lengkap dengan cara menghitung penghasilan.

Sebelum beranjak menuju pembahasan mengenai tabel gaji PNS 2019 dan skema gaji PNS 2019, ada baiknya untuk melihat tabel besaran gaji berdasarkan golongan pada tahun sebelumnya, agar dapat dilihat lebih jelas.

Tabel Besaran Gaji PNS Tahun 2015-2018 Berdasarkan Masa Kerja Dan Golongan I-IV

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019 Dibanding dengan Tahun Sebelumnya

Tabel gaji di atas hanya berupa daftar gaji pokok yang diterima. Tidak termasuk dengan tunjangan-tunjangan lainnya. Tentu saja berbeda jika dibandingkan dengan tabel gaji PNS 2018 dan daftar gaji PNS 2019 dikarenakan terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Bandingkan dengan gaji pada tahun-tahun sebelumnya. Perlu untuk diketahui bahwa kenaikan gaji PNS 2019 hanya untuk gaji pokok saja, sementara untuk tunjangan disesuaikan dengan kemampuan daerahnya masing-masing. Karena itu tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019 tentu sangat menggiurkan.

Baca juga:

  • Gaji PNS 2018 Golongan 4, Berapa yah? Berikut Rincian Gaji
  • Tabel Daftar Gaji PNS 2018 Terbaru dan Tunjangan Kinerja

Besar Tunjangan PNS di Beberapa Instansi

Selain itu sebagai gambaran mengenai tunjangan yang didapatkan oleh PNS, berikut informasi mengenai besarnya tunjangan yang didapatkan oleh beberapa instansi yang memberikan take home pay paling banyak bagi pegawainya:

  • Dirjen Pajak Kementerian Keuangan

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2015 yang berisi tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, untuk pegawai yang memiliki pangkat terendah akan mendapatkan tunjangan sebentar Rp 5,36 juta setiap bulannya. Sementara untuk pegawai dengan pangkat tertinggi di kementerian ini berhak untuk mendapatkan tunjangan setiap bulannya sebesar Rp 117,37 juta.  Besaran tunjangan ini belum termasuk dengan komponen penghasilan lainnya.

  • Kementerian Keuangan

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 156 Tahun 2014 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan ini berhak mendapatkan tunjangan sebesar Rp 2,57 juta per bulannya bagi pegawai dengan pangkat terendah. Di lain pihak bagi pegawai dengan pangkat tertinggi di kementrian ini, mendapatkan tunjangan sebesar Rp 46,95 juta per bulannya.

  • Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Menurut Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2014 Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan, bagi PNS dengan pangkat rendah akan mendapatkan tunjangan dengan nilai Rp 1,54 juta per bulannya, dan bagi PNS BPK dengan pangkat tertinggi berhak mendapatkan tunjangan senilai Rp 41,55 juta di setiap bulan.

  • Mahkamah Agung

Bagi pegawai negeri di lingkungan Mahkamah Agung, bagi pegawai dengan pangkat terendah akan mendapatkan tunjangan tiap bulan sebesar Rp 1,71 juta – Rp 1,8 juta. Sementara bagi pegawai dengan pangkat tertinggi akan mendapatkan tunjangan Rp 31,7 juta hingga Rp 32,6 juta tiap bulannya. Hal ini didasarkan pada Keputusan Mahkamah Agung Nomor 117/KMA/SK/VIII/2015 tentang Perubahan Keputusan Ketua MA Nomor 128/KMA/SK/VIII/2014 tentang Tunjangan Kinerja Khusus Pegawai Negeri pada MA dan Badan Peradilan di Bawahnya.

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Tunjangan yang diberikan kepada pegawai di lingkungan KPK juga terbilang cukup besar, dengan besaran nilainya seperti di bawah ini:

  1. Kepala Bagian (KaBag) atau tenaga fungsional administrasi mendapatkan tunjangan Rp 8 juta setiap bulannya;
  2. Pegawai Non-Jabatan diberikan tunjangan sebesar Rp 4 juta per bulan;
  3. Pegawai pendukung, diberikan tunjangan sebesar Rp 3 juta per bulan.
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Menurut Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2105 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pegawai dengan pangkat terendah berkah menerima tunjangan setiap bulannya senilai Rp 1,86 juta dan Rp 36,32 juta per bulan bagi pegawai di lingkungan tersebut yang memiliki pangkat tertinggi.

  • Kementerian Hukum dan HAM

Menurut Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Kinerja bagi Pegawai pada Lingkungan Kemenkumham, mensyaratkan agar pegawai yang memiliki pangkat terendah berhak menerima tunjangan senilai Rp 2,21 juta per bulan. Untuk pegawai dengan pangkat tertinggi mendapatkan tunjangan Rp 27,57 juta setiap bulannya.

  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

PNS di lingkungan Pemprov dan Pemkot di DKI Jakarta, tercatat menerima tunjangan tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya. Hal ini didasarkan pada Peraturan Gubernur DKI Nomor 193 Tahun 2015. Jumlah tunjangan yang diterima sebesar Rp 127 juta.

Struktur Gaji PNS Tahun 2019

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)  mengenakkan gaji, RPP pensiun, serta Jaminan Hari Tua (JHT) bagi Pegawai Negeri Sipil akan ditentukan melalui indeks penghasilan. Perubahan gaji PNS 2019 didasarkan oleh indeks penghasilan seperti indeks gaji, tunjangan kinerja dari gaji, serta indeks kemahalan yang ada di tiap daerah. Dengan menggunakan indeks penghasilan ini maka akan terjadi kenaikan gaji bagi para ASN di pusat maupun daerah.

Daftar Gaji Lainnya:

Salah satu alasan perlu dilakukannya perubahan pada struktur gaji PNS adalah dikarenakan oleh jumlah gaji pokok yang diterima jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tunjangannya. Berikut beberapa perbedaan antara skema  gaji PNS lama menggunakan PP Nomor 7 Tahun 1977 dengan skema gaji PNS 2019.

Tabel Perbandingan Skema Gaji PNS Lama Vs Skema Gaji PNS 2019

NoSkema Gaji PNS Lama

(PP No 7 Tahun 1977)

Skema Gaji PNS 2019
1Perbandingan Gaji Pokok Pangkat Terendah (Gol. I.a) :

–       Gaji Pokok Pangkat Tertinggi (Gol. IV.e) sesuai amanat PP No. 7 Tahun 1977 yaitu 1 : 10 (Rp 12.000 : Rp 120.000)

Gaji adalah imbalan yang dibayarkan kepada PNS sesuai dengan beban kerja, tanggungjawab, dan risiko pekerjaannya dan tercapai target kinerja dengan nilai “Cukup”

2Perbandingan Gaji Pokok Pangkat Terendah (Gol. I.a) :

–       Gaji Pokok Pangkat Tertinggi (Gol. IV.e) sesuai amanat PP No. 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Lampiran PP No. 7 Tahun 1977 sangat rendah, yaitu 1 : 3,786 (Rp1.486.500 : Rp5.620.300)

Perbandingan Indeks Gaji Pangkat Terendah (JA-1, JF-1) : Indeks Gaji Pangkat Tertinggi (JPT-I) yaitu 1 :12,698. referensi:

–       Gaji PNS Pemerintah Amerika Tahun 2015 1: 11,219 (US$ 17.800 : US$ 199.700)

3

Gaji Pokok tidak selalu atau tidak setiap tahun dinaikkan karena akan berdampak ke Manfaat Pensiun Pokok (MPP) sehingga diberikan:

a. Tunjangan Jabatan (Jabatan Struktural, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Fungsional Umum);

b. Tunjangan Kinerja (bervariasi antar instansi);

c. Tahun 2016 dan Tahun 2017 (direncanakan) diberikan Gaji ke-14 (dalam bentuk THR) sebagai pengganti kenaikan Gaji Pokok untuk menghindari kenaikan manfaat pensiun

RPP Gaji, Tunjangan, dan Fasilitas PNS menyajikan Tabel Indeks Penghasilan yang terdiri dari Indeks Gaji, Persentase Tunjangan Kinerja dari Gaji, dan Indeks Kemahalan Daerah.

4

Dengan makin besarnya gaji pokok, maka penghasilan pensiunan pun akan bertambah besar pula, karena gaji pokok adalah sebagai dasar penentuan besarnya pensiun pokok

Besaran Rupiah ditetapkan di dalam Peraturan Presiden tentang Penghasilan PNS.

Indeks

Ada perbedaan mendasar dari pola penggajian dengan sistem lama dan baru dalam RPP Gaji Tunjangan dan Fasilitas PNS, yakni sistem baru menggunakan indeks penghasilan, yang terdiri dari indeks gaji, persentase tunjangan, dan indeks kemahalan daerah. Sistem baru ini biasa disebut dengan single salary, yakni pegawai hanya menerima satu model penghasilan dan merupakan gabungan dari berbagai komponen penghasilan. Single salary menggunakan sistem yang terdiri dari unsur jabatan, kinerja, grade (grading) dan step.

Grade atau grading maksudnya adalah posisi jabatan, beban pekerjaan, tanggung jawabnya, serta resiko pekerjaan. Setiap grading terbagi ke dalam beberapa step yang memiliki nilai rupiah berbeda, sehingga memungkinkan seorang PNS mempunyai jabatan yang sama namun mendapatkan gaji yang berbeda karena didasarkan pada capaian kinerjanya.Berikut tabel indeks penghasilan PNS berdasarkan jenjang jabatan pimpinan tinggi  (JPT), jabatan administrasi (JA), dan jabatan fungsional (JF):

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

*Catatan: JPT tidak memiliki/menggunakan grading. JA dan JF menggunakan grading P1-P10

Rumus Penghasilan PNS

Perbedaan pada Indeks Gaji Pangkat Terendah (JA-2, JF-1) dengan Indeks Gaji Pangkat tertinggi (JPT-1) pada skema gaji PNS 2019, yakni 1:12,689.

 

Rumus Penghasilan PNS = Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 5% + Indeks Kemahalan

 

Khusus bagi jabatan administrasi (JA)  dan jabatan fungsional (JF), penempatan pada grading P1 sampai dengan P10, didasarkan pada pencapaian kinerja dengan tabel rumus indeks berikut ini:

NoGrade/GradingRumus Indeks
1P1Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 5%
2P2Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 10%
3P3Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 15%
4P4Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 20%
5P5Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 25%
6P6Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 30%
7P7Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 35%
8P8Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 40%
9P9Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 45%
10P10Indeks Gaji + Indeks Tunjangan Kinerja 50%

Tunjangan Kinerja dapat menjadi penambah atau pengurang penghasilan yang diterima dengan syarat sebagai berikut:

  1. Tunjangan Kinerja diberikan sebagai penambah penghasilan jika capaian kinerja mendapatkan nilai BAIK atau AMAT BAIK.
  2. Tunjangan Kinerja diberikan sebagai pengurang penghasilan jika capaian kinerja mendapatkan nilai KURANG atau BURUK.

Tunjangan Kemahalan

Tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019 juga dipengaruhi dengan adanya Tunjangan Kemahalan. Tunjangan Kemahalan didasarkan pada penghitungan kolom indeks gaji dan tunjangan kinerja pada tabel indeks penghasilan yang kemudian dikalikan dengan indeks harga yang berlaku di wilayah/daerah masing-masing. Indeks harga tersebut dibuat berdasarkan wilayah kemahalan di daerah dalam negeri ataupun luar negeri.

Tabel indeks kemahalan di wilayah Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Tabel Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

 

Dampak Perubahan Struktur Gaji PNS 2019

  1. Hilangnya gap atau jurang di antara PNS pusat dan daerah.
  2. Perbedaan terletak pada tunjangan kemahalan dan pada kinerja individu PNS bersangkutan.
  3. Tidak diperbolehkannya PNS menerima penghasilan di luar gaji dan atau honorarium lainnya.
  4. Sistem pensiun yang akan berubah drastis
  5. Selisih penghasilan yang diterima PNS dapat berkurang atau bertambah sesuai dengan nilai kinerja yang didapatkan.

Demikian sekilas info tentang tabel besaran kenaikan gaji PNS 2019. Semoga bermanfaat untuk Anda yang berminat dan berencana untuk menjadi pegawai negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *