Sejarah dan Pendiri Grab, Ulas Tuntas Di Sini!

By | 13 Desember 2018

Bagi Anda, customer ataupun driver ojek online, barangkali saja belum mengetahui tentang sejarah dan pendiri grab. Padahal salah satu layanan jasa aplikasi transportasi online ini sudah cukup lama berdiri dan berkembang di wilayah Asia Tenggara.

Sejarah Grab, Pendiri Grab, Call Center Grab

Berikut pembahasan singkat mengenai sejarah Grab, pendiri Grab, call center Grab yang sayang untuk Anda dilewatkan.

Mengenal Sejarah Grab, Pendiri Grab, Call Center Grab

Sejarah Grab

Perkembangan teknologi begitu pesat. Pendiri perusahaan start up Grab, mulai membaca peluang bisnis yang didasarkan pada kemajuan teknologi tidak dapat dielakkan. Pemanfaatan teknologi dan informasi ini menyebabkan perubahan trend dan pada akhirnya memunculkan kebiasaan yang baru di dalam masyarakat itu sendiri.

Seperti diketahui, kehadiran internet membuat definisi ruang publik bukan sekadar realitas di dunia nyata. Pertemuan dihadirkan bukan hanya dalam bentuk fisik. Namun, telah bergeser dengan menghadirkan sebuah dunia “nyata” yang justru hadir dalam bentuk maya. Hal ini tentu saja mendorong berbagai perusahaan start up untuk mampu bereksperimen dengan kehadiran internet dan memanfaatkannya dalam konteks bisnis dan laba.

Hal tersebut kemudian mendasari Grab hadir sebagai salah satu penyedia jasa layanan aplikasi transportasi online. Tujuannya melakukan perubahan atau revolusi di bidang industri transportasi publik. Perusahaan ini didirikan oleh Anthony Tan dan Hook Ling Tan. Mereka adalah warga negara Malaysia yang terpanggil untuk melakukan perubahan drastis pada moda transportasi. Inovasi yang mereka lakukan itu kemudian membawa mereka berdua dinobatkan sebagai finalis dalam Kontes Harvard Businessman School’s 2012.

Baca juga:

Perkembangan Grab

call center Grab Indonesia

Layanan aplikasi transportasi online ini sendiri cukup berkembang di berbagai negara di Asia Tenggara, sebut saja Malaysia (notabene negara asal para pendiri Grab), Singapura, Filipina, Thailand, dan bahkan Indonesia. Layanan ini bertujuan untuk menghadirkan alternatif jasa transportasi publik yang dapat dipilih sesuai keinginan dan menekankan pada konsep cepat, keselamatan, dan kepastian kepada penggunanya.

Sesuai visi yang dicita-citakan oleh Grab untuk menjadi yang terdepan di wilayah Asia Tenggara, dalam memberikan kemudahan-kemudahan proses mobilitas kepada masyarakat. Visi ini kemudian tertuang dalam misi yang diemban oleh Grab yakni menciptakan sebuah platform transportasi yang aman, di mana setiap orang mampu dan berhak mendapatkan sekaligus mengakses transportasi yang baik. Misi selanjutnya adalah bahwa Grab mampu meningkatkan taraf kehidupan dari para mitranya.

Profil Pendiri Grab

no telepon Grab

Seperti telah disinggung sebelumnya salah satu pendiri Grab adalah Anthony Tan seorang  warga negara Malaysia dan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya, Tan Heng Chew, lulusan ilmu teknik, dikenal sebagai salah satu orang terkaya di negara tersebut di tahun 2015. Sementara ibunya adalah seorang pialang saham yang cukup punya nama di Malaysia. Jadi, bisa dikatakan bahwa darah bisnis Anthony Tan diturunkan dari kedua orang tuanya.

Tidak cukup sampai di situ, kakek Anthony Tan juga seorang pebisnis yang bergerak di bidang perakitan mobil sekaligus termasuk ke dalam jaringan distribusi mobil keluaran Jepang di negara Malaysia, bernama Tan Yuet Foh. Bahkan saat ini Tan Chong Motor Holdings BDN (perusahaan milik kakek Anthony Tan) telah berhasil menjadi distributor utama mobil Jepang dengan brand Nissan di negara tersebut.

Anthony Tan  yang merupakan lulusan jurusan ekonomi University Of Chicago di Amerika pada tahun 2004 ini juga telah mendapatkan gelar Master-nya di Harvard Business School pada tahun 2011.

Profil Tan Hooi Ling

Co-founder GrabTaxi, Tan Hooi Ling, wanita kelahiran tahun 1990 ini juga warna negara Malaysia  dan  lulusan dari Harvard Business School. Wanita penggemar gadget ini juga turut serta bersama Anthony Tan mendirikan GrabTaxi yang hingga kini telah diunduh lebih dari dari 9 juta pengguna yang berasal dari 28 kota yang ada di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Diperkirakan jika aset yang dimiliki GrabTaxi kini, lebih dari US$700 juta.

Sebelum memutuskan untuk fokus membesarkan GrabTaxi, Tan Hooi Ling masih berstatus sebagai karyawan di McKinsey. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan manajemen multinasional. McKinsey sendiri dikabarkan menjadi konsultan terkemuka dari 80% perusahaan-perusahaan besar yang ada di dunia.

Pada awalnya GrabTaxi bernama MyTeksi, dengan bidang utama yang fokus kepada GrabHitch atau layanan berbagi kendaraan dengan harga terjangkau. Kemudian layanan ini berhasil menjadi solusi transportasi publik bagi masyarakat perkotaan. Layanan ini memungkinkan untuk berbagi kendaraan di antara para penumpang yang memiliki tujuan perjalanan yang sama sehingga biaya perjalanan dapat ditanggung bersama.

GrabTaxi kemudian berganti nama menjadi Grab pada tahun 2016. Hal ini dilakukan karena perusahaan start up ini tidak hanya fokus kepada penyediaan transportasi taxi saja. Pendirinya mengembangkan bisnis ke penyediaan jasa lainnya seperti GrabBike, GrabExpress, GrabCar, dan GrabParcel.

Demikian pembahasan mengenai sejarah dan pendiri Grab Grab Indonesia. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *