Pengalaman Malam Pertama Setelah Nikah, Enakkah? Ini Rasanya!

Pengalaman pertama mungkin tidak akan seindah yang anda bayangkan. Lupakan semua adegan film romantis yang pernah agan tonton karena pada kenyataannya, malam pertama tidaklah senikmat yang dibayangkan banyak orang. Benarkah demikian?

Kalau agan bilang “Wah, ngasal nie orang. Masak malam pertama gak bikin ketagihan? Kalo gitu gak bakal ada orang yang doyan ‘maen’ tiap malam dong”

Well, dulu saya juga berpikiran sama. Pasti enak main dengan suami, mesra – mesraan, cuddling bareng di tempat tidur. Apalagi bagi cewek penggemar drakor yang setiap hari disuguhi tontonan mesra ala bombay di layar tivi. Rasanya pengen cepet – cepet nikah dan merasakan yang namanya malam

Pengalaman Malam Pertama

Bagi sebagian orang, malam pertama merupakan prosesi yang sangat sakral apalagi untuk perempuan. Bahkan dalam setiap novel yang saya baca, setiap cerita yang ditulis pujangga – pujangga besar dunia, semuanya menggambarkan bahwa malam pertama adalah suatu yang sangat indah, yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Malam yang hanya diisi oleh bahagia dan tawa. Lagi – pertanyaan yang sama, benarkah

Pengalaman Malam Pertama

Sakit Pengalaman Malam Pertama

Sakit Pengalaman Malam Pertama

Saya dan suami sempat takut, bahkan khawatir karna mendapati, fakta, bahwa ternyata adegan lapangan pas praktek langsung tidak senikmat lagu belah duren yang dinyanyikan Julia perez.

Bingung dan gak tau musti gimana adalah gambaran awal prosesi malam pertama kami. Alasannya sederhana, karna memang belum pernah melakukan yang namanya zina. Semuanya serba tebak tebak buah duku atau asal coba, bahasa tekniknya trial and error lah. Wkwkwkwk.

Yang kedua, setelah bingung dimana dan bagaimana memasukkan penis ke dalam vagina, yang ada bukannya bahagia, tapi justru rasa sakit luar biasa. Sakitnya sampai bener – bener sakit. Tak terkira pokoknya.

Untuk pemula seperti saya dan pasangan atau couple lain diluar sana yang mengalami hal serupa, perlu agan ketahui bahwa ternyata memang jarang ada pasangan yang benar benar seratus persen merasa nikmat saat malam pertama, apalagi buat wanita.

Banyak faktor yang membuat seks menjadi menyakitkan di pembukaan pertama meski tidak sedikit pula pasangan yang merasa enak – enak saja ketika pertama kali berhubungan intim.

Nah, saking takut dan cemasnya karna sampai hari ke tujuh penis suami saya masih belum bisa masuk seluruhnya. Akibat terlalu sakit dan saya dorong berkali – kali agar tidak dimasukkan. Mulailah saya searching di internet, takut – takut ada masalah atau apa kan ya.

Dan alhamdulillah, ternyata disebutkan bahwa ada beberapa alasan kenapa malam pertama bisa sangat menyakitkan, baik bagi pihak perempuan maupun laki – lakinya. Nah, berikut adalah beberapa faktor yang bisa bikin malam pertama anda berakhir dengan sangat menyakitkan seperti yang saya alami, antara lain adalah :

Baca juga : Pengalaman Cara Cepat Hamil, Tips yang Wajib Dicoba!!

Pemanasan atau Foreplay yang Kurang

Ketahuilah para pria, bapak – bapak, atau kaum adam semuanya, bahwa wanita gak seperti kalian yang gampang terangsang sebegitu mudahnya. Wanita perlu suasana yang mendukung dan pemanasan yang agak lama baru bisa santai dan ‘panas’.

Pemanasan sangat penting untuk membuat si wanita rileks dan memudahkan penetrasi. Penetrasi yang terlalu cepat ‘terburu-buru’ akan menimbulkan sakit yang luar biasa baik untuk si pria maupun wanitanya.

Pengalaman saya dan suami bahkan baru bisa jebol seminggu setelah menikah meskipun sudah dicoba setiap hari. Saking sakitnya. Hal ini ternyata tidak hanya berdampak bagi wanitanya saja tapi juga untuk si pria. Penetrasi akan terasa sangat menyakitkan karena penis terjepit di dalam vagina yang mentok. Salah – salah penis bisa mengalami yang namanya ‘patah’ saat ereksi dan ini berbahaya sekali.

Baca juga : Pengalaman Pijat Pasutri, Buat Pasangan Semakin Cinta

Pihak Laki – Laki yang Keburu Nafsu

Kebanyakan pria atau laki – laki pada saat malam pertama benar – benar dipenuhi oleh gairah dan nafsu yang besar -which is good. Namun kalau tidak bisa mengaturnya dengan baik, hal ini justru akan merugikan dan menimbulkan bahaya yang cukup besar bagi kesehatan organ vital laki – laki.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, vagina pada saat malam pertama masih tertutup rapat dan sempit. Salah memasukkan penis dan asal genjot justru bisa membuat penis agan bermasalah nantinya. Jadi, berhati – hatilah saat penetrasi dan jangan terlalu memaksakan untuk langsung masuk di kali pertama.

Coba untuk lebih mengerti posisi istri agan dan sering – seringlah bertanya apa sakit atau tidak. Jangan sampai malam pertama yang indah justru menjadi malam penuh siksaan bagi orang yang agan sayang.

Baca Juga : Pengalaman Menggunakan Tisu Magic: Ereksi Lebih Tahan Lama!

Saran Untuk Pasangan Baru

Penhalaman Malam Pertama

Pengalaman Malam Pertama

Ibaratnya seperti dirobek dari luar, saya dan mungkin beberapa wanita lain di luar sana juga merasakan kalau sakitnya malam pertama itu seperti dirobek dari dalam. Hal ini bisa terjadi karena si cewek terlalu tegang dan memang belum siap menerima penis untuk masuk. Aslinya, agan cuma perlu melakukan pemanasan atau foreplay lebih lama. Naikkan gairah istri pelan – pelan dan semuanya akan berjalan dengan nyaman. Jangan terlalu terburu – buru kalau agan tidak ingin menyakiti wanita yang nantinya akan menjadi ibu dari anak – anak agan. Lakukan perlahan dan pelan – pelan. Pemanasan itu penting dan kalo memang terlalu sakit cobalah untuk berhenti sejenak.

Well, nyatanya, tidak semua wanita di dunia mengalami apa yang saya alami di malam pertama. Banyak wanita pula di luar sana yang mengatakan bahwa malam pertama mereka berjalan dengan baik – baik saja, nikmat – nikmat saja, hampir seluruhnya bergantung dari bagaimana pintarnya suami merangsang sang istri sebelum ‘main’.

Jangan Cemas dan Terus Mencoba

Tapi, meskipun malam pertama syarat akan darah dan rasa sakit, percayalah kalau itu cuma sementara. Setelah penis berhasil masuk seluruhnya ke dalam vagina, dan pihak wanita telah merasa terbiasa, kenikmatan malam pertama akan mampu dirasakan oleh kedua belah pihak tentu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *