Pengalaman Liburan Ke Jepang Solo Trip, Seru Gak?

Pada pengalaman liburan ke Jepang kali ini saya melakukan perjalanan solo. Karena Jepang negara yang aman bagi traveler wanita. Berawal dari mencari tiket pesawat promo saat ada pameran yang diadakan oleh maskapai penerbangan besar di Indonesia. Saya mendapatkan tiket pesawat di harga 4,2juta pergi melalui Jakarta-Osaka walau harus transit sebentar di Denpasar. Sementara untuk pulang nanti lumayan mudah karena langsung dari Tokyo-Jakarta.

Mengurus Semua Keperluan Tanpa Agen

Pada perjalanan ke Jepang saya sama sekali tidak menggunakan jasa agen travel. Baik untuk pengurusan visa, pembelian tiket kereta seperti JR pass, pesan penginapan hingga penyusunan jadwal perjalanan. Karena liburan kali ini sendirian, saya jadi merasa bebas menentukan lokasi mana saja yang akan dikunjungi. Semua jadwal perjalanan saya susun berdasarkan tempat-tempat yang sedang hits di Instagram. Kemudian  dicocokan lokasinya dengan google maps.

Baca juga : Pengalaman Reshcedule Tiket Pesawat dan Hotel di Traveloka

Perlengkapan Solo Traveler

Senjata saya sebagai solo traveler adalah kamera tripod yang memiliki remot bluetooth. Jadi kapanpun ingin mengabadikan momen, bisa langsung pasang tripod dan pose. Sehingga tidak usah lagi repot-repot minta tolong orang. Untuk urusan tas, saya memilih tas dengan model ransel dan 1 koper ukuran 22″ yang tidak terlalu besar tetapi cukup untuk menyimpan peralatan saya selama liburan. Berikut adalah barang-barang yang selalu saya bawa di dalam tas ransel. Mengenai uang saya senang menyimpan uang secara menyebar. Seperti di tas, diselipan saku jaket bagian dalam, celana. Semua ini dalam jumlah pecahan kecil. Tujuannya agar lebih mudah dan tidak perlu buka tutup tas mencari dompet.

  • Botol minum, jika air habis bisa langsung refil. Tapi di Tokyo air keran pun harus bayar
  • Tas make up mini, ini lebih ke perlengkapan pribadi wanita yang terdiri dari lipcream, bedak, concealer kit, sisir lipat.
  • Gel anti septic
  • Tisu basah dan tisu biasa
  • Dompet koin, kalau sewaktu-waktu ingin beli di finding machine.

Baca juga : Gaji Pramugari Lion Air, Penghasilannya Segini Ternyata

Pengalaman Liburan di Osaka

Selama di Jepang penginapan seperti B&B Hotel dan hotel kapsul yang jadi pilihan. Selain jatuhnya lebih murah, juga bisa bertemu dengan sesama traveler dari belahan dunia manapun. Pemesanan dilakukan 100% melalui aplikasi. Ada hotel yang menerima pembayaran di lokasi. Namun ada juga hotel yang harus langsung dbayar pada saat booking.

Petualangan saya di Jepang dimulai dari 2 malam tinggal di kota Osaka. Karena waktu yang tidak panjang, setibanya  langsung meluncur ke lokasi wisata pertama. Jalan Dotonbori, ini adalah area yang wajib di kunjungi. Waktu paling sempurna untuk kesini adalah sore menjelang malam. Waktunya pas, karena saya tiba di Osaka sore hari.  Jadilah diputuskan untuk mengeksplore pedestrian ini.

Dotonbori merupakan tempatnya membeli oleh-oleh khas osaka dan Jepang. Sekaligus mencari tempat untuk makan malam. Jika anda pecinta masakan laut, disini berjajar banyak restauran seafood dengan kualitas dan rasa yang tidak kalah dengan bintang lima. Ada juga restauran ramen halal yang rasanya enak sekali. Cara pergi ke Dotonbori cukup mudah, tinggal memilih subway yang berhenti di kawasan Namba.Satu lagi jika berkunjung ke area Dotonbori, anda bisa melihat papan iklan yang menjadi tempat foto wajib para turis. Glico man! Posisi papan iklan ini persis berada di depan kanal.

Papan Iklan Glico Man yang Terkenal

Papan Iklan Glico Man yang Terkenal

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke Osaka Castle yang berada di barat kota Osaka. Jaraknya kebetulan cukup jauh dari tempat menginap. Saya berangkat menggunakan JR Osakajo dan turun di stasiun Tanimachi 9. Untuk urusan kereta dan Subway di Osaka sedikit rumit.

Karena stasiunnya yang luas, pastikan selalu mengingat harus keluar dari pintu nomor berapa. Kemudian berjalan sekitar 15 menit hingga sampai di Osaka Castle. Tiket masuk ¥600 per orangnya, tapi harga yang pantas dengan pengalaman dan fasilitasnya. Pengunjung bisa naik ke tower kastil, untuk mengunjungi museumnya. Selain itu ada banyak artefak dan diorama Shogun, serta informasi tentang perang di abad ke 16. Setelah usai mengunjungi kastil, perjalanan dilanjutkan kemana kaki ini melangkah. Maklum saya kan liburannya sendirian.

Baca juga : Biaya Perpanjang Passport 2020 Terbaru

Mengeksplore Kyoto

Setelah dari Osaka perjalan dilanjutkan ke Kyoto menggunakan kereta JR. Pilih jalur keberangkatan 7-10 dari stasiun JR Osaka dan turun di stasiun JR Kyoto. Letak stasiun JR Kyoto berada di luar pusat kota. Berhubung penginapan saya berada di pusat kota, jadilah perjalanan di lanjutkan menggunakan bis selama 15 menit.

Saya bertemu kenalan traveler berkebangsaan Belgia, dia juga melakukan solo trip. Hasil mengobrol singkat.Ternyata tujuan wisata kami hari itu sama yaitu Arashiyama hutan bambu. Merasa senang karena ada yang bisa diajak bicara. Kami berdua sepakat traveling bersama. Khusus di hari itu saja.

Yukata di Arashiyama Hutan Bambu

Saya menyewa Yukata di area Fushimi Inari, lanjut menelusuri Arashiyama Bamboo Groove. Jangan lewatkan mengambil foto dengan Yukata di Arashiyama. Pengalaman liburan ke Jepang, khususnya Kyoto adalah yang berkesan. Karena liburan kali ini dilakukan pada musim semi di Jepang. Jadilah pemandangan kota terasa manis sekali. Harusnya saya datang dengan pasangan biar romantis. Jadi sedikit menyesal.

Keesokan harinya pergi ke Shrakawago dengan bis jurusan Nouhi. Naik bis yang satu ini penumpang wajib reservasi tempat supaya kebagian kursi. Jangan lupa untuk memeriksa jadwak keberangkatan dan kepulangannya. Jangan lewatkan untuk makan daging sapi kobe yang leleh dimulut.

Gemerlap Kota Tokyo

Kota Tokyo yang Tidak Pernah Tidur

Setelah Kyoto maka pengalaman liburan saya tidak akan lengkap sebelum pergi ke Tokyo. Menggunakan JR pass , saya berangkat ke Tokyo. Menginap di hotel kapsul yang tidak jauh letaknya dari stasiun. Kebetulan selama liburan ini saya tidak membawa banyak barang. Hanya pakaian untuk 3 hari. Dengan catatan saya cuci di laundri pakai koin atau saat menyewa homestay bisa menggunakan fasilitas mesin cuci.

Perjalanan saya di Tokyo diawali dengan mendaki gunung fuji. Hari berikutnya saya pergi ke disneysea, walaupun sendirian wajib datang kesini. Ada banyak tempat seru yang bisa dikunjungi walau tanpa partner perjalanan. Malam harinya paling seru menelusuri gemerlap kota Tokyo yang tidak pernah tidur. Jangan lupa untuk mencicipi aneka makanan unik yang ada di Tokyo.

Kenangan Liburan Sendiri di Jepang

Pengalaman berlibur ke Jepang, selama melakukan perjalanan solo di Jepang tidak ada cerita menyedihkan yang berati. Semua orang Jepang itu ramah dan sangat sopan. Pernah suatu kali saya salah naik kereta. Kereta tersebut tidak bisa dibayar menggunakan JR Pass. Petugas tidak menendang saya keluar di stasiun berikutnya atau memberikan denda. Melainkan mengarahkan saya ke kursi kosong yang belum direservasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *