Pengalaman Suka Duka dan Penghasilan Driver Gojek, Baca!

By | 15 Mei 2018

Pengalaman Driver Gojek – Gojek telah sekian tahun hadir di Indonesia dan melayani kebutuhan transportasi di masyarakat. Kehadiran Gojek tentu memberikan pengalaman yang tidak hanya banyak namun juga beragam baik bagi pengemudi maupun bagi para penggunanya. Pengalaman menggunakan Gojek ini tentu  beragam karena melibatkan berbagai macam manusia. Dari banyaknya cerita menggunakan layanan gojek, mari kita lihat lebih dekat pengalaman menjadi driver Gojek.

Modal yang Diperlukan untuk Menjadi Driver

Pekerjaan menjadi driver Gojek seperti menajdi penyelamat bagi mereka yang merasa kesusahan dalam mendapatkan pekerjaan. Kesulitan dalam mencari pekerjaan ini tentu diakibatkan oleh banyak faktor yang salah satunya ketidakadaan modal bagi mereka yang ingin  menjadi wirausahawan.

Pengalaman Driver Gojek

Pengalaman nge Gojek

Lalu, bagaimana dengan menjadi driver Gojek? Seberapa besarkah modal yang diperlukan agar bisa bergabung menjadi mitra startup ini? Apakah modal yang mereka keluarkan sebanding dengan penghasilan yang mereka peroleh?

Sebelum seorang driver memulai pekerjaannya sebagai seorang driver, ada banyak sekali hal yang perlu ia persiapkan. Para mitra Gojek ini harus mempersiapkan modal yang tentunya berasal dari kantongnya sendiri. Modal yang perlu dipersiapkan oleh para driver adalah telepon genggam beserta pulsa dan paket datanya. Selain itu, para driver harus mempersiapkan modal besar berupa sepeda motor dalam keadaan yang layak untuk mengantarkan penumpang sebelum mendaftar Gojek. Modal terkahir yang perlu dipersiapkan juga adalah uang kalau-kalau penumpang memerlukan uang kembalian.

Baca:

Melihat modal yang terlihat lumayan besar tersebut, apakah sebanding dengan penghasilan yang bisa mereka bawa pulang? Kita bisa melihat perbandingannya dari pengalaman menjadi driver Gojek yang berasal dari Wahyu, salah seorang driver. Dalam kesehariannya, Wahyu harus mempersiapkan  sepeda motor Honda Vario, pulsa sebesar Rp 25.000 untuk setiap minggunya, dan smartphone beserta kebutuhan datanyanya yang memakan uang sebesar Rp 60.000.

Selain itu, ia masih harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20 – 25 ribu perhari untuk bensin. Jika diasumsikan Wahyu hanya libur satu hari setiap minggunya, ia wajib mempersiapkan uang kira-kria Rp 640.000 – Rp 760.000 per bulan. Jumlah modal yang harus dikeluarkan tentu bervariasi antara satu driver dengan driver yang lainnya karena banyak faktor seperti lamanya seorang driver bekerja dalam satu hari.

Perkiraan Pendapatan Driver Gojek

Pengalaman menjadi driver Gojek juga menarik untuk dipelajari lebih lanjut dari segi perkiraan pendapatan mereka setiap minggu dan bulannya. Dengan begitu, kita bisa menganalisis bagaimana potensi pendapatan para mitra Gojek dengan melihat perjuangan mereka menerjang jalanan yang sering tidak terduga.

Pengalaman Driver Gojek

Perkiraan penghasilan gojek

Dilansir dari halaman resmi perusahaan Gojek, potensi pendapatan para mitra dengan bekerja memberikan pelayanan Go-Ride adalah sebagai berikut: tarif dasar Go-Ride untuk 10 kilometer pertama dipatok sbesar Rp 1.500 per kilometernya Setelah itu, apabila kilometer ke 10 telah terlewati, maka tarif akan naik menjadi Rp 3.000 per kilometer. Maka, mulai dari kilometer 10, 01, tarif dasar Go-Ride akan mengalami kenaikan. Tarif ini tentu berbeda-beda nominalnya dari satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Apabila kita melihat jenis kendaraan yang digunakan Wahyu (Honda Vario), dapat diketahui bahwa kebutuhan bahan bakarnya berada pada angka 59 km untuk satu liter. Apabila Wahyu menggunakan bahan bakar jenis premium, maka motor Wahyu dapat menempuh jarak mulai dari 177 km sampai dengan 224, 2 km per harinya.

Selanjutnya, kita asumsikan Wahyu dapat mengantarkan 15 penumpang setiap harinya dengan rata-rata jarak tempuh 11,8km sampai 14,9 km. Dengan asumsi angka demikian, Wahyu bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 7, 56 – 10, 80 juta per bulannya.

Selanjutnya, total penghasilan tersebut dikurangi dengan modal awal di atas, maka Wahyu dapat mengantongi uang sebesar Rp 6,8 – Rp 10, 04 juta setiap bulannya. Dengan melihat angka ini, tentu tidak bisa dibilang bahwa potensi pendapatan driver Gojek sedikit.

Baca :

Akan tetapi, jumlah uang yang bisa dibawa pulang ini tentu sangat beragam setiap bulannya mengingat kebutuhan setiap driver ketika bekerja juga berbeda. Ada driver yang suka membeli rokok, membeli makanan dalam jumlah banyak, dan lainnya. Driver pun juga masih harus mengurangkan jumlah pendapatannya di atas dengan berbagi hasil dengan perusahaan Gojek. Namun, dengan segala pengurangannya, pendapatan driver Gojek sudah mencapai bahkan melampui Upah Minimum Provinsi (UMP) ibu kota sebsar Rp 3.648.035.

Driver Gojek vs. Karyawan Kantoran

Pengalaman Driver Gojek

Gojek VS Karyawan

Melihat deretan angka-angka di atas, bisa disimpulkan secara kasar bahwa pendapatan driver gojek tidak beda jauh dengan karyawan kantor. Bahkan, bisa jadii driver gojeklah yang mempunyai pendapatan lebih banyak daripada para karyawan kantor. Namun, benarkah demikian? Apakah pengalaman menjadi driver Gojek yang dilihat dari segi pendapatan bisa dibilang lebih baik daripada pengalaman menjadi karyawan kantoran?

Apabila berkaca dari pengalaman Wahyu sebagai driver Gojek, tentu bisa dibilang bahwa pendapatan seorang driver Gojek bisa melampaui penghasilan karyawan kantoran. Akan tetapi, perlu juga dipertimbangkan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi pendapatan seorang driver, terutama faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan pemasukan para driver.

Asumsi jumlah penumpang sebesar 15 orang setiap harinya di atas tentu tidak bisa dipukul rata setiap harinya. Jumlah penumpang sangat fluktuatif terutama sekarang ini dimana jumlah pengemudi terus bertambah. Untuk melihat perbandingan penghasilan karyawan kantoran dengan driver Gojek secara lebih luas, kita bisa menilik hasil kajian satudi PUSKAKOM UI atau Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia.

PUSKAKOM UI mengkaji sekitar 3.213 responden aktif selama 3 bulan yang dilakukan sekitar bulan April 2017. Responden yang dipilih merupakan sampel pengemudi yang berasal dari 15 lokasi berbeda di Indonesia yang 50% di antaranya berasal dari Jabodetabek.

Hasil dari kajian tersebut menunjukkan bahwa 77% responden mengaku bahwa penghasilan mereka, terutama para pengemudi yang bekerja secara penuh waktu dapat melampuai rata-rata UMP nasional yang mana sebesar Rp 1.99 juta per bulan menurut data BPS. Sementara itu, 23% sisanya mengaku bahwa pendapatan mereka berada di bawah rata-rata UMP nasional.

Baca juga:

Dengan melihat data tersebut, kita bisa mengkategorikan Wahyu dengan pengalamannya menjadi driver Gojek sebagai driver yang mendapatkan penghasilan di atas rata-rata UMP nasional. Akan tetapi, perlu menjadi catatan bahwa pendapatan sebesar itu harus didapatkan Wahyu dengan bekerja sampai dengan 13 jam seharinya. Jumlah jam kerja ini tentu melampaui jumlah jam kerja milik pekerja kantoran yang hanya 8 -9 jam setiap harinya.

Kehadiran Gojek Bagi Masyarakat Kelas Bawah

Dengan perkiraan pendapatan di atas, kehadiran Gojek sebenarnya lumayan membantu mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan ini serasa terus dihimpit kebutuhan harian yang terus meminta uang. Akan tetapi, mereka seakan tidak bisa melakukan apa-apa ketika kualifikasi mereka tidak cukup untuk merebut satu posisi pekerjaan di sebuah kantor, seperti misalnya kualifikasi pendidikan bagi masyarakat kelas bawah.

Pengalaman Driver Gojek

Menjadi driver gojek tentu mampu mengatasi permasalahan ini karena para driver tidak perlu mengumpulkan ijazah mereka ketika melamar menjadi mitra Gojek. Selain itu, kalaupun mereka memiliki ijazah, tentu mereka tidak diminta untuk memenuhi minimal nilai atau kualifikasi pendidikan tertentu, Yang mereka harus penuhi hanyalah kemampuan mengemudi yang baik dan modal yang cukup.

Dengan melihat perkiraan-perkiraan, perhitungan-perhitungan di atas, beserta segala plus dan minus menjadi driver Gojek, kita masih bisa menyimpulkan bahwa pengalaman menjadi driver Gojek tidaklah terlalu buruk. Modal yang diperlukan tidaklah begitu fantastis namun potensi penghasilannya juga tidak terlalu buruk ketika dibandingkan dengan rata-rata UMP nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *