Mudahnya Daftar Grabbike 2019 Online Terbaru [Pengalaman]

By | 10 September 2019

Pendaftaran ojek online memasuki tahun 2019 ini lebih condong ke arah daring. Menyesuaikan perkembangan teknologi internet yang makin cepat. Grab salah satu penyedia layanan transportasi online yang telah melakukan perekrutan mitranya dengan sistem ini.

Aku tinggal di Cimanggis, Depok. Saat ini masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di salah satu kampus swasta di Jakarta Selatan. Karena hanya tinggal membuat skripsi, Aku punya banyak waktu luang yang sayang kalo tidak digunakan buat hal produktif. Tapi juga enggan magang di kantoran yang jam kerjanya terlalu mengikat. Ngegrab lah yang jadi pilihanku.

Pada kesempatan ini Aku mau berbagi pengalaman mendaftar Grabbike memanfaatkan sistem online tersebut.

Syarat Daftar Grabbike (Pengalaman)

syarat daftar Grabbike

Walaupun online, dokumen yang diwajibkan mesti disiapkan dulu karena diminta untuk di upload. Inilah yang harus kalian isi dan lengkapi saat daftar online:

  • Biodata (nama, tanggal lahir, jenis kelamin dan alamat serta upload foto diri)
  • KTP (nomor KTP, tahun pembuatan, masa berlakunya dan upload gambar KTP)
  • SIM (nomor SIM, masa berlakunya dan upload gambar SIM)
  • SKCK (tanggal berakhir dan upload gambarnya)
  • Info Rekening (nama pemilik rekening, nomor rekening, nama bank dan upload gambar buku tabungan)
  • Kontak Darurat (nama, nomor kontak dan hubungannya dengan kalian)
  • Surat Keterangan Sehat (untuk yang udah berusia 50 tahun)
  • NPWP (ga wajib)
  • Deklarasi berupa pernyataan tidak pernah melakukan tindak pidana dan atau kriminal, tidak sedang terlibat dalam proses pengadilan, dan tidak punya catatan medis yang menyatakan bahwa kalian tidak sehat untuk berkendara
  • STNK (masa berlaku, plat nomor, merk dan tipe motor, tahun pembuatan, CC kendaraan dan upload gambar STNK)

Begitu kalian submit, kalian akan menerima email pemberitahuan bahwa pendaftaran sedang diproses.

“Anda sudah memasukkan pendaftaran untuk jadi Mitra-Pengemudi Grab. Saat ini kami sedang memeriksa pendaftaran Anda. Dalam 2 hari kerja, kami akan mengabari Anda lewat SMS dan email.”

Jadi, kalian tunggu dengan sabar ya…

Kurang lebih seminggu kemudian masuklah sms dari Grab untuk datang mendaftar. Aku memilih datang ke tempat pendaftaran Grab di Taman Wiladatika Cibubur. Selain lebih dekat dengan Depok, juga disana tak dibatasi jumlah pendaftarnya. Jam 6 pagi Aku buru-buru meluncur kesana membawa sepeda motor yang nanti akan ku gunakan ngeGrab. Jangan lupa bawa semua berkas yang pernah kalian upload dulu. Ada tambahan membawa KK, uang 200 ribu, HP beserta headset, sarung tangan, celana panjang, jaket dan sepatu.

Sekitar pukul 7 motorku sudah masuk area parkir. Ternyata banyak yang datang lebih pagi dari Aku. Saranku sih kalian harus pagi-pagi datangnya. Kesiangan bakal bikin kalian ngantri lebih lama. Begitu keluar parkiran kalian akan di sambut pedagang yang menawarkan materai 6000. Kalian tak perlu bawa materai ya. Tolak saja tawaran mereka dengan halus karena ga terpakai. Ini sesuai pengalamanku lho.

Meskipun tiap orang akan sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Saat di lokasi pendaftaran ga ada salahnya tetap bersosialisasi dengan calon mitra yang lain ya. Jangan menyendiri. Ngobrol dengan orang di kanan kiri kalian.

Alur Pendaftaran Grabbike 2019 Berdasarkan Pengalaman

cara daftar grabbike

Oke, selanjutnya Aku ceritakan alur pendaftaran selama di lokasi. Berdasarkan apa yang telah Aku lewati, kurang lebih begini urutannya.

1. Pendaftaran/Registrasi

Ikuti arahan instruktur di sana ya. Kalian akan diminta mengisi formulir pendaftaran. Antri menunggu giliran dengan tertib. Serahkan semua dokumen asli yang kalian bawa untuk di verifikasi. Lalu dilanjutkan sesi foto untuk keperluan foto profil. Begitu selesai kalian akan diberi kertas berisi check list tahapan yang akan dilalui. Petugas akan memberi stempel pada tiap tahap yang telah kalian lewati.

2. Cek fisik kendaraan

Ambil motor kalian di parkiran. Bawa ke tempat cek fisik. Di sana kelengkapan berkendara kalian akan di cek lebih dulu. Harus bersepatu, memakai sarung tangan, pakai helm dan bercelana panjang ya. Barulah motor kalian diperiksa mulai dari lampu-lampu, rem, ban, knalpot, starter dan komponen standar lainnya. Untuk itu pastikan semua berfungsi. Satu aja ga normal kalian disuruh ke bengkel.

3. Safety Riding

Beres cek fisik langsung lanjut tes drive. Kalian mesti cari boncengan untuk ikut tes ini. Karena itulah Aku sarankan bergaul dengan baik dengan sesama pendaftar. Kan enak jadi bisa saling bantu. Tes drive ini bisa dikata gampang-gampang susah. Ga jauh beda dengan tes SIM. Yang penting fokus dan jangan bawa boncengan yang badannya gemuk ya hehehe

4. Pelatihan/Training

Setelah lolos tes drive kalian akan ikut pelatihan pengenalan aplikasi driver Grab. Nonton video penjelasan satu per satu hingga usai. Perhatikan dengan seksama ya karena video itu sebagai bahan untuk tes. Kalian mesti menjawab pertanyaan dan mencapai skor minimal 80. Gampang koq selama kalian fokus.

5. Aktivasi Akun

Di tahap ini siapkan uang 200 ribu sebagai modal awal top up kalian. Pastikan sudah instal aplikasi driver di HP kalian supaya mempercepat proses aktivasinya.

Buat kalian yang udah berhasil diterima, selamat. Kalian bisa baca artikel pengalaman cara menggunakan aplikasi grab driver saat pertama kali (driver pemula)

6. Pembagian Atribut

Serahkan kertas checklist yang kalian dapat di awal pendaftaran ya buat mengambil atribut. Jangan ada yang stempel yang sampe ketinggalan. Pihak Grab akan memberi kalian 2 helm, 2 jaket dan 1 pack masker serta penutup kepala.

Kalau kalian ingin lihat lebih detail dan jelas tentang alurnya, kalian bisa baca: Panduan cara daftar grabbike cepat selesai

Atau bisa juga dengan menonton video tutorial cara cepat daftar grabbike online:

Belum banyak pengalamanku sebagai driver ojol. Hingga tulisan ini ku buat, baru 3 bulanan Aku mengaspal. Cuma rutinitas biasa yang baru ku temui. Jemput penumpang terus mengantarkannya ke tujuan. Mudah-mudahan ke depannya juga tidak ada hal aneh yang ku temui.

Palingan orderan fiktif aja yang sering ku terima. Semisal diminta jemput ke Terminal Depok tapi penumpangnya tak bisa dihubungin. Hal yang “udah biasa” di dunia per-ojol-an. Begitu kata para senior.

Pelajaran yang ku peroleh adalah jangan sok tahu jalan. Walau pun kalian asli lahir di Depok sekalipun ga jaminan sudah tahu seluk beluk jalanan di sana. Ternyata banyak jalan pintas atau jalan tikus yang baru ku temui setelah ngeGrab. Maklumlah selama ini Aku sebatas lewat jalan-jalan utama saja.

Sekian cerita yang bisa Aku bagi buat kalian. Timbul penyesalan. Kenapa gak dari dulu Aku daftar Grab-nya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *