Pengalaman Belanja di AliExpress, Aman dan Nyaman

Zaman sudah semakin modern, gaya hidup manusia semakin lama berubah menjadi semakin praktis. Serba mudah dan cepat. Saya juga termasuk salah satu makhluk mager alias malas gerak, yang lebih memilih menggunakan telepon pintar untuk beraktivitas. Salah satunya adalah kegiatan belanja yang dulunya sering dilakukan secara konvensional, kini berganti menjadi online shopping.

Saya sendiri lebih suka berbelanja secara online karena pilihan produknya luar biasa banyak. Kita pun tak perlu berjalan dari satu toko ke toko lain, berharap menemukan barang yang cocok atau ‘jodoh’, istilahnya. Semua dapat kita lakukan hanya dengan sentuhan jari.

Nah, saya ini tipe orang yang suka lapar mata. Berbelanja rasanya tidak cukup hanya di toko online dalam negeri, toko online worldwide shipping—yang pengirimannya mencakup ke seluruh dunia pun kerap menjadi tempat saya cuci mata. Salah satu tempat yang menjadi favorit saya untuk berbelanja ialah AliExpress. Bagaimana tidak? Barangnya terlihat menarik, banderol harganya pun tergolong murah.

Sekadar informasi, AliExpress merupakan anak perusahaan dari AliBaba, e-commerce Tiongkok terbesar yang berfokus pada penjualan barang-barang secara impor. Jika penjual di AliBaba umumnya fokus pada segmen besar seperti pabrikan dan supplier besar, AliExpress fokus pada penjual retail. Jadi, AliExpress cocok bagi yang mau belanja online untuk kebutuhan pribadi.

Pertama kali saya kesengsem dengan long dress yang terlihat mewah. Kebetulan saya sedang butuh gaun panjang untuk acara pernikahan sepupu. Acaranya memang masih lama, tapi penting untuk mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Oh iya, tip bagi yang ingin berbelanja, ingat bahwa AliExpress berisikan toko-toko dari luar negeri. Paket yang dipesan bisa saja tiba cukup lama, jadi usahakan memesan barang yang dibutuhkan jauh-jauh hari.

Usai cari sana cari sini, saya pun mantap untuk membeli produk yang saya inginkan. Masalahnya, yang pertama kali saya pikirkan saat ingin berbelanja: bagaimana cara membelinya?

Jadi, saya memutuskan untuk membuat akun terlebih dahulu menggunakan email yang kita miliki. Atau kalau tidak mau repot, kita bisa langsung sign-in ke AliExpress melalui akun Facebook, Google, Instagram, Twitter, Pinterest, OK, atau VK (saya kurang tahu ini apa). Karena ingin praktis, saya sign-in menggunakan akun Facebook saya.

Jika sign-in menggunakan Facebook, maka pihak AliExpress dapat melihat nama, foto profil, serta email yang kita miliki. Klik ‘Lanjutkan’, kita pun langsung diarahkan kembali ke website AliExpress.

Langsung saja cari produk yang kita inginkan. Biasanya sih, yang paling banyak dicari di AliExpress itu berupa perangkat elektronik. Soalnya, beragam produk bisa kita dapatkan dengan harga miring. Maklum, rata-rata toko AliExpress berpusat di Tiongkok, dan barang-barang di sana sudah terkenal luar biasa murah.

Seperti yang saya lakukan, langsung saja pilih variasi produk yang diinginkan. Usai memilih, jangan lupa atur ke mana paket harus dikirim. Ada beberapa pilihan jasa pengiriman seperti AliExpress Standard Shipping, China Post Registered Air Mail, hingga EMS. Berhubung di sini saya bisa mendapatkan gratis ongkos kirim, tentu saja saya tidak memilih EMS (yang biaya pengirimannya mencapai $31.80, lebih mahal dari barang yang saya beli).

Walau begitu, EMS punya keunggulan tersendiri, yaitu waktu pengirimannya yang lebih cepat. Jika AliExpress Standard Shipping dan China Post Registered Air Mail menawarkan pengiriman 20 hingga 35-36 harian, maka EMS hanya mematok waktu pengiriman selama 15 hingga 27 hari. Lumayan cepat, bukan?

Jika kita klik Add to Cart, maka kita bisa memilih barang-barang lain lagi. Namun, jika merasa belanjaan sudah cukup, klik Buy Now. Halaman pun beralih ke halaman pembayaran. Pertama, isi dahulu data diri kita seperti nama, nomor telepon, dan alamat pengiriman.

Setelahnya, kita harus memilih metode pembayaran. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk membayar, seperti beragam kartu dengan logo tertentu (contohnya Mastercard, VISA, dan masih banyak lagi), Mobile Payment dan Cash Payment (sayangnya sepertinya tidak kompatibel di Indonesia), Paypal (sayangnya produk yang saya inginkan tidak mendukung pembayaran menggunakan metode ini), dan masih banyak lagi yang terdengar asing.

Saya lantas memilih menggunakan kartu, berhubung kartu bank yang saya miliki berlogo Mastercard. Masukkan data-data yang dibutuhkan, lalu tekan ‘Confirm’.

Jika sudah yakin, maka kita tinggal klik ‘Place Order’.

 

Oh ya, sekadar informasi, untuk pembelanjaan di bawah $50, maka kita tidak akan dikenai pajak. Lalu, jika kita menggunakan metode pembayaran langsung, kita juga membayar menggunakan rupiah (tentu nominalnya sudah dikonversikan), jadi kita tidak perlu memiliki dolar, ya.

Jika sudah memesan, kita pun tinggal duduk manis dan menunggu barang tiba. Pengalaman saya sendiri, produk yang saya pesan tiba sekitar sebulan setelah saya memesan. Lumayan sesuai dengan estimasi waktu. Perlu diingat, biasanya barang kita tertahan cukup lama di bea cukai. Lalu, jika alamat kita bukan di kota besar, tentu pengirimannya lebih lama.

Tip lagi bagi yang mau belanja online worldwide, perhatikan baik-baik reputasi penjual. Jika bisa, lihat komentar dan bintang yang diberikan oleh pembeli, seperti apa tingkat kepuasan mereka. Dengan begitu, kita bisa belanja dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *