Pengalaman Mesin ATM Mati saat Tarik Tunai, Saldo Terpotong?

Selama hidup pasti kamu pernah mengalami suatu hari dimana kamu merasa sangat tidak beruntung alias sial. Misalnya ban bocor di jalan, dapat nilai jelek waktu ujian, dimarahin bos, atau hal-hal lain yang seakan datang bertubi-tubi.

Nah, ini adalah cerita kesialanku di saat kuliah, dimana puncaknya aku mengalami kejadian langka, yaitu mesin ATM mati di saat tarik tunai. Penasaran? Ini dia ceritanya.

Peristiwa ini terjadi di tahun 2018, saat aku duduk di bangku kuliah semester 3. Aku kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan, dimana pada semester 3 adalah puncak kesibukan mahasiswa. Selain penuh dengan jadwal kuliah dan praktikum, semester 3 adalah momen dimana semua program kerja UKM dibebankan.

Singkat cerita, saat itu aku mendapat amanah untuk menjadi koordinator acara olimpiade fakultas dan bertepatan dengan final lomba paduan suara yang aku ikuti. Lolos ke babak final, aku wajib datang ke acara yang tanggalnya bertepatan dengan H-1 acara olimpiade.

H-1 lomba, dimana itu berarti H-2 olimpiade, aku harus mengambil kostum ke salah satu persewaan baju adat yang ada di Yogyakarta. Di hari itu pula, aku harus hadir ke acara bedah juknis acara olimpiade, karena aku adalah koordinator acaranya. Ditambah lagi, aku membawa uang kaos anak-anak yang ada di divisiku dan wajib dibayarkan saat bedah juknis.

Setelah mengambil kostum yang diwarnai dengan berbagai kesialan, mulai dari nyasar, sampai terjebak banjir di Jalan Kaliurang yang nyaris membuat mobil mogok, akhirnya aku dan dua temanku memutuskan untuk makan di salah satu kafe yang dekat dengan kampus. Sebelum ke kafe, aku berniat untuk pergi ke tarik tunai ke mesin ATM yang letaknya tepat di sebelah kafe, dan inilah tragedi ATM mati yang pertama kali kualami.

Baca juga : Pengalaman ATM Tertelan, Apa yang Harus Dilakukan?

Mesin ATM Mati saat Kartu Keluar, Bagaimana Nasib Uangnya?

Karena hujan yang cukup deras, aku memutuskan untuk mengantre di dalam ruang tarik tunai sambil menunggu giliran. Waktu itu aku berniat mengambil uang kaos yang dititipkan ke aku dan aku simpan ke tabungan karena jumlahnya cukup besar.

Setelah datang giliranku, aku segera memasukkan kartu ATM ke mesin. Awalnya lancar-lancar saja, aku memasukkan pin, kemudian mengetikkan jumlah uang yang hendak aku ambil. Sampai akhirnya, saat penarikan uangku tengah diproses, mesin tiba-tiba mati. Kartuku memang keluar, tapi tidak dengan uangnya.

Saat itu aku panik, karena itu bukan hanya uangku, tapi uang anak-anak yang ada di divisiku juga. Panik, adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang aku rasakan saat itu.

Apa yang Aku Lakukan saat ATM Tiba-Tiba Mati?

Begitu ATM mati tiba-tiba, yang aku lakukan pertama kali adalah mengecek saldo yang ada di ATM-ku melalui mesin yang lain. Dan, yang aku takutkan benar-benar terjadi. Saldoku berkurang sebesar jumlah uang yang hendak aku ambil tadi.

Setelah tahu saldoku berkurang, aku mencari satpam yang menjaga ruang mesin ATM dan meminta bantuan. Tapi, Pak Satpam memintaku untuk lapor saja ke customer service bank terkait. Karena aku sudah merasa lelah akibat dipermainkan dengan kesialan seharian, akhirnya aku memutuskan untuk melupakan sejenak masalah “uang tertelan” ini dan memilih untuk fokus ke lomba dan olimpiade.

Lalu, bagaimana dengan uang kaos? Melihatku yang sudah sangat pasrah dengan kejelasan uang tersebut, akhirnya salah satu teman lombaku yang juga merupakan sekretaris olimpiade berbaik hati meminjamkan uang bulanannya.

Mengurus “Uang Tertelan” di Bank Terkait

Dua hari setelah acara olimpiade usai dan pikiranku telah jernih kembali, aku memutuskan untuk mengurus “uang tertelan” di bank terkait, yaitu Bank Mandiri. Aku sudah menyiapkan apa-apa saja yang kiranya dibutuhkan, seperti KTP, buku tabungan, sampai foto mesin ATM yang mati sebagai bukti.

Tidak lama menunggu, akhirnya aku menuju ke bagian customer service dan mengungkapkan keluhanku akan tragedi mesin ATM yang mengakibatkan saldoku berkurang. Setelah mengisi beberapa form dan dimintai keterangan tentang lokasi ATM, petugas customer service melakukan pengecekan mutasi saldo dari akunku. Dan ini lah yang membuatku malu.

Setelah dicek, ternyata saldo tabunganku tidak berkurang. Dan petugas customer service memintaku untuk kembali mengecek saldo melalui mesin ATM terdekat. Awalnya aku meragukan keterangan petugas, tapi setelah aku cek lagi, rupanya saldoku telah kembali ke jumlah semula.

Tips saat Mesin ATM Mati dan Kartu ATM atau Uang Belum Keluar

Dari peristiwa ini, aku punya tips untuk teman-teman yang mungkin mengalami kejadian sama sepertiku.

1. Segera Hubungi Customer Service

Bagi kamu yang mengalami kejadian sama denganku, jangan ragu untuk segera menghubungi customer service bank terkait. Tak perlu bingung mencari kontaknya, biasanya di setiap mesin ATM akan tertera kontak pengaduan jika terdapat gangguan saat kamu melakukan transaksi.

Mungkin ini adalah salah satu kesalahanku karena malas menghubungi customer service saat itu. Jadi, aku tidak tahu kalau saldo akan tetap ke jumlah semula apabila uang tidak keluar saat transaksi.

2. Kenali Alamat Mesin ATM yang Kamu Gunakan

Saat melakukan tari tunai, jangan lupa untuk menghafalkan lokasi mesin ATM yang kamu gunakan untuk melengkapi keterangan laporanmu jika terjadi gangguan saat transaksi.

Nah, ini juga merupakan salah satu pertanyaan yang diberikan oleh petugas customer service, saat aku melakukan keluhan di bank. Dan kesalahanku, aku tidak tahu alamat spesifik mesin ATM yang aku gunakan. Untungnya, mesin tersebut berada di sebelah pusat perbelanjaan yang mudah dikenali oleh banyak orang.

Baca juga : Pengalaman Kiat Sukses Dalam Sidang Skripsi, Ini Buat yang Mau Skripsi!

3. Foto Mesin ATM yang Mati sebagai Bukti

Sebagai bukti untuk memperkuat keluhanmu, kamu bisa memfoto mesin ATM yang mati tersebut. Sebenarnya, setiap ruang ATM pasti dilengkapi dengan CCTV, tapi hal ini bisa menjadi antisipasi jika saja memang dibutuhkan bukti kuat atas pelaporanmu.

4. Urus dengan Segera

Kesalahan selanjutnya yang aku lakukan adalah tidak mengurus saldo ATM yang berkurang dengan segera. Setelah kesalahan pertamaku karena tidak segera menghubungi customer service, aku juga menunda pergi ke bank untuk mengurus nasib uang kaos yang “tertelan”. Sebenarnya ini juga karena keadaan, dimana hari itu sudah sore dan weekend. Tapi, bagi kamu yang mengalami peristiwa sama sepertiku, menghubungi customer service via telepon memang solusi terbaik saat weekend.

Baca juga : Pengalaman Perdana Naik Pesawat NAM Air, Ini Rasanya!

5. Cek Saldo Kembali Sebelum Datang Melapor

Tips yang terakhir adalah cek kembali saldo ATM kamu tepat sebelum melakukan pelaporan atau keluhan. Ini adalah kesalahan terbesar yang membuatku malu saat melapor ke pihak bank.

Terakhir kali aku mengecek saldo adalah saat aku memastikan bahwa saldoku berkurang di hari tragedi ATM mati itu terjadi. Sama sekali tidak terpikir olehku, bahwa aku perlu untuk melakukan pengecekan ulang saldo di mesin ATM terdekat di hari aku melakukan pelaporan. Jadi, bagi kamu yang tidak mau malu sepertiku, jangan malas untuk mengecek ulang saldo ATM-mu sebelum melakukan keluhan ke bank.

Itu lah pengalamanku yang sempat panik karena mesin ATM mati di saat tarik tunai, dan saldoku berkurang padahal belum ada uang yang keluar dari mesin. Semoga beemanfaat dan bisa membantumu di masa depan jika mengalami hal yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *