Cara Menghadapi Driver Ojek Online (Ojol) yang Galak

By | 21 September 2018

Semakin banyak saja orang yang menekuni Ojek Online sebagai profesi. Meskipun telah banyak keluhan terkait pencairan saldo yang kadang bermasalah, namun masih banyak juga orang yang tertarik untuk menjadi driver. Wajar saja jika pengemudi Gojek dan Grab pun beragam karakternya. Ada yang ramah ada juga yang galak. Nah, kira-kira bagaimana cara menghadapi driver ojek online (ojol) yang galak?

Cara Menghadapi Driver Ojek Online (Ojol) yang Galak

Menghadapi driver Ojol galak perlu strategi

Bergabungnya orang-orang galak ke dalam Gojek ataupun Grab menjadi warna tersendiri. Dulunya pengemudi kedua layanan tersebut terkenal istimewa dan ramah, sedangkan ojek pangkalan identik dengan sifat keras dan galak, meskipun tidak semuanya. Kemungkinan para pengemudi ojek pangkalan banyak juga yang bergabung, termasuk para orang galak tersebut. Muncullah tipe driver galak dalam Gojek ataupun Grab, bahkan mungkin ojek online lainnya.

Beberapa Langkah Cara Menghadapi Driver Ojek Online (Ojol)  yang Galak

Kegalakan pengemudi ojek online bisa karena faktor tertentu. Mungkin saja masalah keluarga atau lainnya, pusing karena saldonya susah ditarik, atau memang sudah dasar tipenya orang pemarah. Namun sebagai penyedia jasa yang terikat kontrak dengan perusahaan, maka penumpang bisa melakukan beberapa cara menghadapi driver ojek online (ojol) yang galak berikut ini.

  1. Koreksi Diri Dulu

Sebelum menyalahkan driver, alangkah lebih baiknya jika Anda sebagai penumpang mengoreksi diri dulu. Kira-kira ada tidak ulah Anda yang memancing kemarahan, jika itu Anda dapati dari orang lain? Entah dari segi bicara, gaya menumpang, maupun tarif dan rute perjalanan Anda.

Segi cara bicara misalnya Anda berbicara ketus, banyak tingkah dan sebagainya. Karena meskipun seorang ojek, bukankah mereka pun punya harga diri? Jadi tidak senang jika dibentak-bentak, disuruh-suruh yang bukan tugasnya, atau diatur-atur.

Rekomendasi artikel:

Tarif dan rute perjalanan yang tak seimbang mungkin juga bisa jadi pemicu munculnya “kebuasan” seorang ojek online. Biasanya tarif Gojek ataupun Grab tergantung jarak yang ditempuh berdasarkan per kilometer. Nah, jika jaraknya hanya beberapa kilometer namun melalui jalur yang sering macet, dan tidak ada jalur alternatif tentu si Ojol akan merugi. Soalnya uang yang didapatnya tak sebanding dengan bahan bakar yang terbuang di jalan serta lelahnya membelah kemacetan.

  1. Janjikan Tip

Berjanji memberikan bonus tambahan mungkin bisa melunakkan hati pengemudi ojek online. Bicara saja dengan sedikit bercanda. Misalnya, “Bang, jangan galak-galak lah… Tenang, nanti aku kasih bonus tambahan karena ini rutenya lewat jalur macet.” Sampaikan dengan sopan, karena kalimat ini kalau disampaikan dengan nada lain justru membuat orang akan semakin meradang. Kalimat ini bisa lebih ampuh jika Anda sampaikan sejak awal, sebelum si abang Ojol keluar buasnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

  1. Ingatkan Bahwa dia Bekerja di Bawah Pengawasan Perusahaan

Keuntungan penumpang ojek online adalah bisa melaporkan kekurangnyamanan yang dialaminya kepada pihak perusahaan. Hal ini karena para driver terikat kontrak dengan perusahaan Gojek ataupun Grab. Kedua perusahaan tersebut mengharuskan mitranya bertindak sebaik mungkin dalam melayani pelanggan. Juga ada sistem pemberian rating dari penumpang. Nah, Anda bisa saja mengingatkan si abang ojol bahwa dia bekerja, dan penumpang bisa memberikan rating buruk untuknya.

Ingat, cara ini baru boleh Anda terapkan jika memang Anda telah yakin tidak bertingkah menjengkelkan. Misalnya sudah menjanjikan tip tambahan, bersikap baik dan sebagainya.

  1. Diam-diam, Lawan

Apa maksudnya diam-diam lawan ini? Begini, biarkan saja di driver mengumbar kegalakannya seolah kita adalah penumpang culun yang menerima saja. Tapi jurus ampuh dari kita akan membuatnya mati penghasilan. Ini bisa jadi cara jahat. Tapi kalau dibiarkan begitu, maka penumpang lain pun akan menjadi korbannya.

Baca juga:

Bukankah nilai tambah dari pengemudi Ojol adalah layanan yang ramah dan sopan? Kalau galak dan marah-marah, lalu apa bedanya dengan ojek pangkalan. Para ojek pangkalan kalau baik ataupun galak, tidak membawa nama siapa-siapa selain dirinya. Tapi para driver ojol ini membawa nama perusahaan Gojek maupun Grab.

Lalu bagaimana perlawanan diam-diam ini? Gampang. Catat diam-diam nomor kendaraan di driver, lalu nanti laporkan ke customer service atau call center. Minimal si abang dapat peringatan, suspend sementara, atau bahkan di-suspend selamanya.

Dari 4 langkah cara menghadapi driver ojek online (ojol) yang galak tersebut, mungkin tidak seluruhnya dilakukan. Pilihlah langkah paling bijak. Langkah terakhir adalah senjata pemungkas yang tidak boleh sembarangan Anda lakukan tanpa alasan kuat. Ingat, mereka juga mencari penghasilan, jadi jangan sembarangan melaporkannya, karena akan berakibat dia kehilangan mata pencahariannya. Demikian, semoga selamat selalu di perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *