Tak Mau Merepotkan Orangtua, Begini Rasanya Kuliah Sambil Kerja

Setelah lulus SMA, kamu akan dihadapkan oleh 2 pilihan, yaitu kuliah atau kerja. Bagi teman-teman dengan latar belakang orang berada, kuliah memang bukan suatu masalah. Namun, banyak pula pelajar yang memutuskan untuk bekerja saja lantaran tak sanggup membiayai kuliah.

Lalu, bagaimana dengan pilihan kuliah sambil kerja? Apakah itu merupakan pilihan yang bijaksana? Bisakah tetap fokus kuliah bila diselingi dengan bekerja?

Dari pada hanya bertanya-tanya, ini dia pengalamanku menjalani kuliah sambil kerja selama dua tahun terakhir.

Alasanku Memutuskan untuk Kuliah Sambil Kerja

Memutuskan untuk bekerja di sela-sela kuliah bukanlah hal yang mudah. Apalagi aku kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan, yang memiliki kegiatan super padat. Namun, satu hal yang membuatku yakin untuk bekerja adalah aku tidak ingin merepotkan kakakku lagi untuk membiayai kuliah.

Setelah ayahku meninggal, kakak menjadi tulang punggung keluarga. Demi sekolahku, ia rela mengubur impiannya untuk kuliah di universitas negeri. Oleh sebab itu, aku tidak ingin membebaninya yang telah berkorban semenjak aku duduk di bangku SMP.

Sebenarnya aku mendapatkan beasiswa yang bisa menunjang biaya kosku. Tapi, untuk biaya hidup, aku kembali merepotkan kakakku. Tak ingin terus merepotkannya, di semester 3 aku memutuskan untuk mencari pekerjaan demi memenuhi biaya hidupku selama kuliah.

Baca juga : Pengalaman Kerja di Australia dan Syaratnya dengan Visa WHV

Pekerjaan yang Aku Pilih

Sebelum memutuskan untuk kuliah, aku sempat mengalami masa gap year dan bekerja sebagai staff administrasi di sebuah toko barang impor. Tapi, semenjak SMA aku memiliki hobi menulis, mulai dari karya tulis, artikel populer, hingga novel.

Di semester 3, aku sempat bingung hendak mencari pekerjaan yang seperti apa. Ditambah lagi, sebagai mahasiswa kedokteran hewan, aku membutuhkan pekerjaan yang fleksibel. Sebenarnya, aku bisa saja memilih pekerjaan apa pun dengan shift malam, tapi laporan praktikum yang lumayan banyak membuatku mengurungkan niat untuk bekerja yang menuntut keterikatan.

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sesuai dengan passionku, yaitu menulis. Aku melamar pekerjaan sebagai penulis freelance melalui platform penyedia lowongan kerja online. Dan itulah pekerjaan yang aku geluti selama 2 tahun terakhir ini.

Sensasi Kuliah Sambil Kerja

Bagaimana sih rasanya kuliah sambil kerja? Capek, adalah kata pertama yang patut menggambarkan jawaban atas pertanyaan ini. Aku harus bisa meluangkan waktu di sela-sela kuliah dan juga praktikum.

Kalau teman-teman seangkatanku biasa tidur menjelang subuh karena begadang mengerjakan laporan, aku bisa tidak tidur seharian demi mengejar dua deadline, laporan dan pekerjaan. Awalnya, kuliahku jadi terbengkalai karena tidak bisa fokus saat di kelas, bahkan rela skip kelas demi tidur.

Seiring berjalannya waktu, aku memahami ritmeku. Kapan waktu terbaik untuk belajar, mengerjakan laporan, dan kapan waktu terbaik untuk fokus mengerjakan tulisan atau bekerja. Dengan begitu, aku bisa mengendalikan kekacauan yang sempat aku buat, mulai dari kuliah yang terbengkalai, laporan yang tidak selesai, sampai arbitrase pekerjaan karena kurangnya tanggungjawabku saat itu.

Nggak hanya capek, kuliah sambil kerja juga memberikan kesenangan tersendiri bagiku. Yang pertama, tentu aku bisa makan dan membayar segala kebutuhanku dengan hasil jerih payahku sendiri. Kedua, aku bisa membelikan orangtua dan saudaraku apa yang mereka butuhkan.

Tak hanya itu, melihatku yang giat bekerja, banyak teman-teman di kampus yang meminta tips kuliah sambil kerja dariku. Bahkan, aku sempat diminta memberikan advise bagi teman-teman yang memiliki minat menulis dan ingin menghasilkan uang dari hobinya.

Tips Bertahan Kuliah Sambil Kerja

Kuliah sambil kerja bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kiat-kiat khusus agar kamu bisa bertahan di dunia perkuliahan dan juga profesional sebagai pekerja. Ini dia tips dariku supaya kamu bisa bertahan untuk kuliah sambil kerja.

1. Pilih Pekerjaan yang Sesuai

Bagaimana kamu bisa bertahan untuk kuliah sambil kerja dipengaruhi oleh pekerjaan apa yang kamu pilih. Dalam memilih pekerjaan, ada dua hal penting yang perlu kamu pertimbangkan, yaitu waktu dan passion.

Setiap jurusan atau fakultas memiliki ritmenya masing-masing. Ada yang benar-benar luang di waktu malam, ada yang justru luang di waktu siang. Kamu bisa menyesuaikan pekerjaan yang kamu pilih dengan mayoritas waktu luang yang kamu miliki.

Selain waktu, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan passionmu. Apa yang lebih menyenangkan dari pada bekerja sesuai dengan passion? Bekerja sesuai passion akan membuatmu lebih nyaman dan semangat. Jangan hanya memikirkan nominal yang kamu dapat, tapi juga konsistensi.

2. Kenali Ritme Kerja

Bagi kamu yang memilih bekerja sebagai freelancer, tentu fleksibilitas waktu pengerjaan menjadi keuntungan. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi kerugian apabila kamu tidak memahami ritme kerjamu.

Dengan memahami ritme kerja, kamu bisa mengerjakan pekerjaanmu secara efisien dan produktif. Sehingga, kamu punya waktu luang untuk beristirahat atau menambah jam belajar.

Baca juga : Pengalaman Cara Hamil Kembar, Ini Kalau Mau Punya Anak Kembar!

3. Menjaga Profesionalitas

Masih berstatus sebagai mahasiswa bukan berarti kamu bisa main-main dengan profesionalisme. Justru, ini lah waktu yang tepat untuk kamu mengasah profesionalitas dan tanggung jawab.

Berani mengambil project atau pekerjaan, berarti kamu sanggup untuk menyelesaikannya sesuai dengan kesepakatan. Maka dari itu, jangan main-main dengan deadline. Jika kamu melakukan kesalahan, jangan segan untuk minta maaf. Dan beranilah untuk mempertahankan argumenmu, jika kamu memang benar.

Bekerja bukan hanya tentang nominal uang yang diberikan oleh pemberi kerja kepadamu, tapi juga saling menghargai karena kamu dan pemberi kerja adalah dua pihak yang saling menguntungkan.

4. Semangat dan Pantang Menyerah Bekerja Sesuai Kapasitas

Ketika kuliah maupun bekerja, akan ada masa kamu merasa jenuh dan malas untuk melakukan apa pun. Ketika masa ini tiba, sebaiknya kamu meluangkan waktu untuk istirahat. Setelah istirahat yang cukup, kamu bisa kembali mengambil pekerjaan yang sesuai dengan kapasitasmu.

Bekerja sesuai dengan kapasitas akan membuat apa yang kamu kerjakan terasa lebih ringan. Selain itu, jangan patah semangat ketika kamu melakukan kesalahan. Terus mencoba dan mengerjakan pekerjaan secara maksimal akan membuat profesionalitasmu terbentuk.

Baca juga : Pengalaman Jadi Korban Penipuan Modus Baru, Mahasiswa Harus Waspada!

5. Ingat Tujuan Awal

Terlalu asyik bekerja bisa membuatmu lupa dengan tujuan awal. Ingatlah bahwa pekerjaan yang kamu ambil adalah sampingan, agar kamu bisa terus berkuliah dengan biaya sendiri. Jadi, jangan sampai kuliahmu terbengkalai karena terlalu fokus bekerja.

Sekian pengalaman yang bisa aku bagi seputar kuliah sambil kerja. Semoga bisa menginspirasi teman-teman untuk tetap semangat menjalani kuliah meski harus rela membagi waktu dengan bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *