Apa Yang Terjadi Jika Driver Berbuat Salah?

By | 23 November 2018

Berprofesi sebagai seorang driver ojek online, baik Gojek maupun Grabbike tentunya ada banyak pengalaman yang sayang untuk dialami. Baik kisah suka maupun duka. Lalu, apa yang terjadi jika driver berbuat salah? Ada berbagai kejadian yang cukup viral di kalangan pengguna media sosial. Dalam hubungan antara driver dan customer bermasalah, biasanya berakhir dengan posisi driver ojek online yang dipojokkan.

Jika Driver Berbuat Salah

Jika Driver Berbuat Salah, Ini Gambaran Akibatnya

Dari berbagai kasus, kejadian pertengkaran driver dan customer banyak yang terekam dan beredar luas. Ada yang menunjukkan posisi driver yang salah, ada juga yang memperlihatkan sikap penumpang yang arogan. Berikut ini beberapa akibat ketika driver berbuat salah.

Minta Kopi, Diamuk Customer Karena Dianggap Pelecehan

Salah satu kisah viral yang menimpa seorang driver ojek online adalah tatkala diminta oleh penumpang menunggu, sang driver rupanya melontarkan candaan yang bagi customer perempuan tersebut adalah sebuah bentuk pelecehan.

Pada dasarnya kasus di atas, kemungkinan driver tidaklah bermaksud untuk mengutarakan kalimat yang bertujuan untuk melecehkan atau merendahkan penumpang tersebut, melainkan hanya mencoba untuk mencairkan suasana saja. Bahwa, ia siap menunggu jika memang diminta. Hanya saja respon yang diberikan oleh penumpang ternyata cukup mencengangkan. Ia melakukan kekerasan fisik terhadap si driver yang terlihat mencoba mengalah dan bersabar.

Ejek Penggemar Promo, Penumpang Merasa Dilecehkan

Kasus berikutnya yang menimpa driver ojek online adalah ketika seorang penumpang merasa dilecehkan dengan kata-kata yang menghina saat ia (penumpang) menggunakan kode promo untuk melakukan pembayaran. Memang tidak seharusnya driver berkata kasar, namun hal itu bukan tanpa alasan. Kabarnya si penumpang tersebut sudah cukup sering menggunakan kode promo yang setelah ditelusuri berasal dari chat seseorang yang mengaku sebagai driver.

Driver Vs Penumpang Tuli

Viral kasus berikutnya adalah tentang driver ojek online yang lagi-lagi melakukan atau mengucapkan perkataan/ chat kasar kepada seorang penumpang yang mengalami tuli. Sang driver meminta agar penumpang wanita tersebut membatalkan pesanannya karena pengemudi tidak mau membawa penumpang yang memiliki gangguan pendengaran.

Driver GrabBike Meneriaki Penumpang Sebagai Maling

Satu kasus lainnya adalah saat salah satu driver grabbike tiba-tiba saja menghentikan motor sebelum sampai ke tempat tujuan lalu meneriaki penumpang dengan sebutan maling, dan membuat kerumunan massa berkumpul di sekitar penumpang tersebut. Untung saja, massa tidak melakukan pengeroyokan terhadap penumpang itu. Kabarnya masalah ini telah disampaikan kepada manajemen Grab namun belum ada tindakan sama sekali.

Memang tak jarang selama berkeliling mencari dan mengantar customer, para driver juga dilanda kelelahan lantaran harus berada di bawah panas terik sinar matahari dalam waktu lama, apalagi jika saat itu hujan sedang turun. Itu sebabnya tak jarang para driver mengalami sedikit kesulitan untuk dapat berpikir dengan baik. Ada banyak driver grabbike yang harus rela kekurangan waktu tidur di malam hari karena belum berhasil memenuhi target harian yang diberikan oleh perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online.

Baca juga:

Bagaimana Sebaiknya Semua Pihak Bersikap?

Jika driver grabbike berbuat salah, apa sebaiknya yang dilakukan? Bukan berarti penumpang berhak memukul atau balik mengatakan dan melontarkan kalimat yang kurang baik. Sebaiknya antara penumpang dan terutama driver harus dapat saling mengerti kelelahan dan keinginan masing-masing.

Bagi driver ojek online, karena pekerjaan tersebut merupakan sebuah penawaran jasa tentunya harus memberikan pelayanan yang luar biasa terhadap penumpang. Usahakan memilih kosakata yang ramah, dan pelayanan yang baik misal dengan membawa kendaraan dengan berhati-hati dan tidak ugal-ugalan di jalanan.

Jika memang driver merasakan kelelahan ada baiknya untuk beristirahat terlebih dulu agar tidak mempengaruhi kualitas layanan. Pisahkan masalah di rumah dengan masalah di pekerjaan, karena tak jarang masalah di rumah dapat sangat mempengaruhi pikiran selama di jalanan, dan menjadikan driver grabbike kurang fokus.

Sementara bagi perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online diharapkan pula memberikan perlindungan tidak hanya kepada penumpang saja, melainkan driver juga harus diutamakan keselamatannya. Ada banyak kasus di mana para driver yang menjadi ujung tombak jasa transportasi online ini diperlukan dengan tidak baik, ada yang ditodong kemudian kendaraannya dirampas oleh penumpang.

Hak penumpang memang harus dipenuhi, namun para driver juga memiliki hak yang harus dipenuhi pula oleh perusahaan, bukan dengan mengeksploitasi driver seperti sebuah mesin keruk, tetapi berikan pula ia perlindungan-perlindungan yang mumpuni selama berada di jalan. Jadi, jika driver grab berbuat salah,  maka sebaiknya diberi maaf dan tidak perlu diperpanjang, kecuali sudah sampai melanggar dan membahayakan customer. Pun sebaliknya para driver hendaknya lebih berhati-hati dalam menghadapi beragam tingkah laku customer. Hal itu demi menjaga kenyamanan dan keselamatan diri sendiri dan keluarga yang menunggu penghasilan kerjanya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *