Solusi Jika Dituduh Melakukan Pelanggaran Ojek Online Padahal Tidak!

By | 28 April 2019

Jika Anda menjadi seorang pengemudi ojek online (Grab maupun Gojek )alias ojol yang jujur, tentu tak akan terlibat dengan masalah sanksi perusahaan. Namun bagaimana jadinya dan solusinya kalau terindikasi/ dituduh melakukan pelanggaran ojek online? Tentu akan merepotkan. Karena tudingan itu bisa berbuat buruk dan memberikan dampak ke profesi sebagai ojol. Salah satunya adalah dampak akun driver yang terpaksa di-suspend alias dibekukan perusahaan.

Dituduh Melakukan Pelanggaran Ojek Online Padahal Tidak, Solusinya Bagaimana

Namun wajib diingat, pemblokiran akun driver tidak serta-merta terjadi. Artinya ada penyebab yang membuat seorang pengemudi online harus merasakan suspend. Bahkan jikapun seorang ojol dituduh melakukan pelanggaran ojek online, perusahaan mungkin memiliki kebijakan tersendiri. Tapi bagaimana jika tudingan itu tidak beralasan? Maka Anda bisa melakukan banding dengan mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.

Jenis-Jenis Suspend Akun Driver

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ketika Anda melanggar aturan ojek online, perusahaan penyedia layanan memiliki hak membekukan akun. Dan baik GO-JEK atau Grab, ada dua jenis suspend yang wajib dikenal. Apa itu? Berikut ulasannya:

1. Auto Suspend

Auto Suspend adalah kondisi di mana akun seorang ojol dibekukan oleh perusahaan berdasarkan deteksi sistem otomatis. Bisa dibilang jika hal ini terjadi saat ojol melakukan pelanggaran yang ‘dibaca’ langsung oleh aplikasi driver. Beberapa pelanggaran yang bisa memicu auto suspend adalah menggunakan aplikasi curang pihak ketiga seperti Fake GPS, rooting HP hingga aplikasi tuyul pencari orderan.

Untuk GO-JEK sendiri, ada beberapa kode Auto Suspend yang wajib jadi perhatian para driver. Berikut ini penjelasan singkat di antaranya:

  • Autosuspend for fraud_ID 2001 : Sering melakukan transaksi dengan jarak terlalu jauh
  • Autosuspend for fraud_ID 2002 : Terlalu banyak transaksi yang diselesaikan
  • Autosuspend for fraud_ID 2003 : Pelanggan tidak puas dengan layanan. Indikatornya adalah rating yang diberikan kepada driver usai orderan buruk
  • Autosuspend for fraud_ID 2004/2005 : Terlalu cepat selesaikan transaksi berkali-kali
  • Autosuspend for fraud_ID 2006/2008 : Sistem mendeteksi jarak mencurigakan
  • Autosuspend for fraud_ID 2007/2009 : Mitra pengemudi menyelesaikan transaksi terlalu cepat saat sedang dalam perjalanan berkali-kali
  • Autosuspend for fraud_ID 2010 : Adanya transaksi mencurigakan karena sering terjadi pada konsumen yang sama
  • Autosuspend for fraud_ID 2011 : Nomor ponsel antara pelanggan dan driver sama
  • Autosuspend for fraud_ID 2012 : Mitra tetap melakukan transaksi dengan konsumen yang sudah terdeteksi mencurigakan
  • Autosuspend for fraud_ID 2013 : Driver sering membatalkan orderan
  • Autosuspend for fraud_ID 2014 : Kode untuk transaksi mencurigakan pada layanan GO-FOOD, GO-SHOP dan GO-MART

2. Manual Suspend

Berbeda dengan Auto Suspend, kondisi manual suspend merupakan sanksi atas perilaku mitra pengemudi berdasarkan laporan pihak ketiga. Misalkan saja ada konsumen yang merasa driver bersikap tak sopan hingga aksi kriminal yang membuatnya melapor ke perusahaan, maka akun GO-JEK atau akun Grab di-suspend adalah hal yang langsung dilakukan oleh perusahaan secara manual.

Kedua jenis suspend itu diterapkan perusahaan kepada mitra pengemudi yang terindikasi melanggar. Namun bagaimana jadinya kalau Anda dituduh melakukan pelanggaran ojek online padahal tidak? Jangan keburu komplain ke perusahaan, karena ada beberapa hal yang tanpa sadar memicu Anda melakukan pelanggaran aturan.

Hal-Hal Yang Tanpa Sadar Bikin Driver Melanggar Aturan

Ketika akun Grab atau akun GO-JEK di­-suspend, tentu jelas sangat merugikan. Untuk mengurus pembukaan kembali akun, mitra pengemudi harus meluangkan waktu ke perusahaan. Ada banyak sekali mitra pengemudi yang merasa dirugikan karena aksi suspend. Lebih lagi kalau mereka mengalami Auto Suspend tanpa tahu masalahnya. Kalau sudah begini, apakah ini merupakan bukti lemahnya sistem perusahaan?

Jangan terburu-buru menyimpulkan. Karena berikut ini adalah hal-hal yang tanpa sadar membuat driver dituduh melakukan pelanggaran ojek online. Seperti apa saja? Simak ulasannya supaya Anda tidak mengalami masalah pemblokiran akun.

1. Sering Batalkan Orderan

Membatalkan orderan memang hak seorang driver. Misalkan saja tiba-tiba kendaraan mogok atau cuaca yang sangat buruk, Anda bisa langsung membatalkan orderan. Hanya saja kalau pembatalan orderan itu terlalu sering sehingga terbukti pemasukan jauh lebih kecil, maka Anda bisa dianggap melanggar aturan ojek online.

Akun GO-JEK di-suspend

2. Dapat Rating Jelek

Biasanya bonus driver dipengaruhi dengan rating yang diberikan pelanggan. Jika seorang pengemudi bersikap buruk seperti kasar kepada pelanggan, tidak memberikan tanggapan positif hingga orderan tidak sesuai, pelanggan berhak memberikan rating jelek yang membuat driver berpotensi kena suspend.

3. Kendaraan Yang Berbeda Dari Aplikasi

Karena satu dan lain hal, kadang Anda menggunakan sepeda motor milik keluarga untuk melakukan pekerjaan saat sepeda motor pribadi masuk bengkel. Harus berhati-hati karena artinya kendaraan yang Anda gunakan berbeda dengan yang terdaftar pada aplikasi. Beberapa pelanggan kadang tak suka dengan hal ini sehingga mereka bisa melaporkannya ke perusahaan yang membuat Anda bisa di­­­-suspend.

4. Aktivitas Aplikasi Tak Wajar

Kondisi ini membuat akun Grab atau akun GO-JEK di-suspend secara otomatis. Beberapa hal yang memicunya seperti Anda sering mengganti nama akun, login dengan perangkat lain, isi saldo dompet digital terlalu banyak, kerap ganti lokasi hingga terindikasi memakai aplikasi curang pihak ketiga. Aplikasi seperti Fake GPS, HP yang sudah di-root hingga aplikasi tuyul termasuk di antaranya.

akun Grab di-suspend

Daftar pelanggaran dan sangsi GoJek

5. Melanggar Hukum

Dalam kontrak antara mitra pengemudi dan perusahaan, jelas-jelas tertulis keberadaan sanksi saat mitra melanggar hukum negara. Misalkan saja yang paling sederhana adalah menjalankan orderan ugal-ugalan di jalan. Hingga yang terberat, terlibat dalam aksi kriminal perampokan, pelecehan seksual dan pembunuhan yang membuat akun driver langsung dibekukan.

6. Ajak Demo Ojol Lain

Salah satu hal yang tanpa sadar membuat Anda berpeluang dituduh melakukan pelanggaran ojek online adalah karena mengitimidasi mitra pengemudi lainnya untuk ikut berdemo. Yap, driver memang kerap melakukan demo karena tak puas dengan aturan perusahaan. Namun kadang atas nama solidaritas, driver memaksa ojol lain ikut demo padahal hal ini dipandang perusahaan sebagai pelanggaran.

Bagaimana, ternyata ada banyak sekali hal yang tanpa sadar membuat akun driver dibekukan, bukan? Nah kalau Anda saat ini dituduh melakukan pelanggaran ojek online padahal tidak, tenang saja karena ada solusi untuk menyelesaikannya.

Solusi Jika Dituduh Melakukan Pelanggaran Ojek Online

Seorang mitra pengemudi jelas tidak mau melanggar aturan ojek online. Karena ketika sebuah akun di-suspend, akan ada proses yang membutuhkan beberapa hari penyelesaian. Sehingga artinya Anda tak akan menerima penghasilan hingga kehilangan saldo dompet digital akibat pemblokiran akun. Namun jika Anda dituding begitu saja melanggar aturan, berikut ini langkah-langkah menyelesaikannya:

1. Hubungi Perusahaan

Saat Anda menerima peringatan baik Auto Suspend atau Manual Suspend, jangan cemas. Berpikirlah tenang dan simpan peringatan itu, barulah kemudian Anda menghubungi Call Center perusahaan. Untuk mitra pengemudi GO-JEK, bisa menghubungi Call Center di nomor 021-50233200. Sementara untuk mitra pengemudi Grab, bisa menghubungi 021-80648777.

2. Lakukan Banding

Kalau Anda benar-benar tidak merasa bersalah tapi tetap dituduh melakukan pelanggaran ojek online, bisa mengajukan banding. Baik mitra pengemudi GO-JEK atau Grab bisa melakukan banding. Khusus untuk Grab, Anda bisa mengisi formulir banding di https://www.grab.com/sg/appeal/?lang=id. Dalam formulir online itu, pilih alasan ‘Saya Tidak Yakin Mengapa Saya Dinonaktifkan’.

melanggar aturan ojek online

3. Kumpulkan Bukti

Ketika banding sudah diterima, maka Anda yang memang yakin tak bersalah wajib mengumpulkan bukti dulu. Misalkan saja jika dituding melakukan orderan fiktif, buktikan jika perangkat Anda tak memakai aplikasi curang atau di-root. Jika di-suspend karena mengecewakan pelanggan, buktikan tangkapan layar pembicaraan dengan konsumen hingga penyelesaian orderan yang positif.

4. Kunjungi Kantor Cabang Terdekat

Setiap perusahaan punya proses waktu tersendiri dalam mengatasi banding dari pengemudi. Bisa mulai hitungan hari hingga bulan, tergantung sistem perusahaan. Jika terlalu lama, Anda bisa aktif bertanya terus ke pihak perusahaan atau berkunjung ke kantor cabang terdekat.

Lantaran proses menghidupkan kembali akun yang di-suspend memakan waktu, Anda harus meyakinkan diri betul memang tidak melanggar aturan perusahaan. Jangan sampai sudah ngotot banding, ternyata tanpa sadar terdeteksi melanggar. Karena itu supaya tidak dituduh melakukan pelanggaran ojek online, Anda harus menjadi seorang pengemudi yang jujur dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *