Basmi Fake GPS Dengan Aplikasi Ini, Driver Ojol Wajib Tahu

By | 1 Januari 2019

Meningkatnya jumlah pengguna ojek online memang bak dua sisi pedang. Di satu bagian jelas-jelas menguntungkan konsumen. Hanya saja di sisi lain, meningkatnya pengguna ojek online alias ojol memicu keberadaan oknum curang sehingga membuat keinginan cara mengalahkan Fake GPS begitu menggebu, baik di Gojek maupun di Grab.

cara mengalahkan Fake GPS

Yap, aksi curang yang sering muncul di dunia ojol adalah penggunaan Fake GPS dan aplikasi Tuyul. Kedua hal ini jelas berbeda karena Fake GPS adalah aplikasi mengelabui lokasi asli pengemudi di aplikasi, sementara Tuyul adalah aplikasi yang bisa membuat ojol dapat penghasilan tanpa melaksanakan orderan. Karena merugikan, cara mengalahkan Fake GPS begitu dibutuhkan pengemudi jujur.

Bayangkan saja, seorang driver yang menggunakan aplikasi Fake GPS bisa memasang lokasi mereka di tempat ramai, padahal aslinya mungkin berjarak 2-5 kilometer dari tempat itu. Sehingga bisa saja mereka yang memperoleh orderan, bukannya ojol yang sudah lama menanti di tempat ramai tersebut. Tak heran kalau akhirnya cara mengalahkan Fake GPS begitu dibutuhkan.

Kenapa Banyak Pengguna Fake GPS?

Fake GPS memang meresahkan tak hanya di kalangan ojol itu sendiri, tapi juga bagi konsumen dan penyedia layanan transportasi online. Bagi konsumen, mereka bisa rugi waktu karena pengemudi datang ke lokasi penjemputan begitu lama padahal lokasi mereka tampak dekat di aplikasi. Tak heran kalau cara mengalahkan Fake GPS menjadi hal mutlak yang begitu diperlukan.

Baca juga:

Supaya Anda tahu kenapa sampai ada oknum pengguna Fake GPS, Anda wajib memahami dulu beberapa hal yang menyebabkan banyak ojol nekat memakai Fake GPS dalam pekerjaan mereka:

1. Persaingan Pengemudi Makin Ketat

Tak ada yang bisa memungkiri bahwa layanan transportasi online seperti GO-JEK dan Grab membuka lapangan pekerjaan baru. Mereka yang dulu menganggur, bisa mencoba peruntungan sebagai ojol karena memang permintaan akan layanan transportasi online meningkat. Namun hal ini juga membuat jumlah ojol makin bertambah.

cara mengalahkan Fake GPSTingginya jumlah ojol memicu persaingan di antara para pengemudi. Salah satu cara memetakan orderan di sistem layanan transportasi online adalah memberikannya kepada driver terdekat. Supaya tidak kalah dengan persaingan itulah yang membuat banyak pengemudi menggunakan aplikasi Fake GPS.

2. Daerah Ramai = Orderan Cepat

Kendati semakin banyak orang yang ingin mencari cara mengalahkan Fake GPS, faktanya masih banyak pengemudi yang menggunakannya. Mereka dengan mudahnya memalsukan lokasi di GPS dengan memasangnya di dekat pusat perbelanjaan atau perkantoran. Kedua lokasi ini adalah daerah-daerah ramai dengan peluang orderan sangat tinggi.

3. Kejar Target Harian

Supaya bisa memperoleh bonus dari penyedia layanan transportasi online, para pengemudi wajib menyelesaikan target harian. Misalkan saja harus memperoleh 20 orderan agar target tercapai dan bonus bisa diperoleh. Target harian jelas tak bisa dilakukan di lokasi sepi penumpang. Sehingga satu-satunya solusi adalah memasang aplikasi Fake GPS di daerah ramai agar Anda mendapat orderan.

Meningkatnya keluhan akan Fake GPS ini akhirnya membuat penyedia transportasi online mulai memutar otak. Berbagai cara mengalahkan Fake GPS pun dilakukan agar persaingan di antara pengemudi makin sehat dan konsumen tidak dikecewakan.

Ternyata Seperti Ini Cara Mengalahkan Fake GPS

Kendati sudah disebut berbahaya, masih banyak saja ojol di lapangan yang memakai Fake GPS. Beberapa aplikasi Fake GPS yang kerap digunakan adalah dari pengembang Lexa, Recommended-App, ByteRev dan Hola yang begitu mudah diunduh di Play Store atau Apple Store. Jika dibiarkan begitu, para pengemudi jujur jelas akan merugi dan bisa-bisa tak dapat orderan.

cara mengalahkan Fake GPS

Mencoba mengatasi masalah, Pratama Persadha selaku pengamat keamanan siber dan kriptografi merumuskan beberapa cara mengalahkan Fake GPS. Kepada media Liputan6, Pratama pun menghimbau agar perusahaan transportasi online seperti GO-JEK atau Grab meniru sistem yang dilakukan aplikasi chatting asal China, WeChat.

Salah satu yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan akses posisi aplikasi terhadap perangkat. Untuk kondisi WeChat, pengembang memakai Hardware Abstraction Layer (HAL) yang membuat GPS ponsel terhubung langsung ke aplikasi sehingga tak bisa direkayasa oleh Fake GPS. Dan untuk cara mengalahkan Fake GPS berikutnya adalah dengan layanan SMS.

Tentu bukan layanan SMS biasa, karena layanan SMS ini berbasis Location Base Service (LBS). Melalui LBS, aplikasi membaca lokasi ponsel berdasarkan jaringan seluler terdekat. Kedua hal ini memang butuh keseriusan perusahaan transportasi online dalam mengembangkan sumber daya mereka. Sementara bagi sesama pengemudi, mungkin hanya bisa mengatasinya dengan manual.

Di mana saat melihat ada rekan yang mencurigakan tiba-tiba memperoleh orderan di dekat Anda padahal dia asalnya dari lokasi yang jauh, ada baiknya untuk melaporkan ke perusahaan. Hal serupa juga bisa dilakukan konsumen saat menemukan pengemudi menjemput terlalu lama, padahal di dalam peta aplikasi, dia selemparan batu dari konsumen.

Grab dan GO-JEK Kembangkan Aplikasi Pengusir Fake GPS

Keresahan akan Fake GPS memang sudah benar-benar bikin pengemudi gerah. Berbagai aksi protes dilakukan supaya pihak perusahaan transportasi online berani bersikap tegas. Tak ingin merugi terlalu lama, baik Grab dan GO-JEK saling memperkuat sistem mereka hingga membuat aplikasi pengusir Fake GPS. Dan dalam waktu satu tahun terakhir, usaha ini tampak membuahkan hasil.

Kendati disebut aplikasi pengusir Fake GPS, sebetulnya tidak serta-merta pihak perusahaan transportasi online meluncurkan aplikasi tunggal yang baru. Fitur pendeteksi Fake GPS ini dibenamkan dalam versi terbaru aplikasi mereka. Untuk itulah Anda selaku pengemudi ojol, ada baiknya untuk memperbarui versi pada aplikasi agar bisa memanfaatkan fitur penghapus Fake GPS.

Supaya Anda lebih paham lagi dengan informasi aplikasi pengusir Fake GPS, berikut ini penjelasan dari masing-masing tindakan yang dibesut Grab dan GO-JEK.

1. Grab

Tepat awal Agustus 2018 kemarin, Grab Indonesia resmi meluncurkan fitur Anti Tuyul yang disematkan secara native di aplikasi resmi pengemudi. Fitur Anti Tuyul ini sebetulnya bentuk kelanjutan dari kampanye Grab Lawan Opik yang sudah didengungkan sejak awal 2018. Lewat Anti Tuyul, sistem Grab secara otomatis memblokir pengemudi yang memakai aplikasi Fake GPS.

Untuk bisa menggunakan aplikasi pengusir Fake GPS ini, Anda harus menggunakan Grab driver versi terbaru yang bisa di-update melalui Play Store atau App Store. Bagi pengemudi yang nekat tak memperbarui aplikasi driver, mereka tak akan memperoleh bonus dan orderan lagi. Namun di saat memperbarui versi aplikasi driver, fitur Anti Tuyul akan mendeteksi Fake GPS.

cara mengalahkan Fake GPS

Nantinya para pengemudi yang ketahuan memakai Fake GPS, sistem Grab akan membekukan akun mereka. Supaya bisa memakai kembali akun itu untuk mendapat orderan, driver harus menghapus seluruh aplikasi Fake GPS di ponsel. Setelah itu mereka membuat laporan via online atau melapor langsung ke kantor Grab terdekat agar akunnya bisa digunakan lagi.

2. GO-JEK

Senada dengan sang kompetitor, GO-JEK juga tak mau kalah dalam melahirkan aplikasi pengusir Fake GPS. Sama seperti Grab, alih-alih merilis aplikasi baru, GO-JEK lebih memilih untuk mengeluarkan fitur baru lewat kampanye #HapusTuyul. Melalui kampanye ini, GO-JEK memperkuat sistem mereka yang secara otomatis bisa mendeteksi pemilik ponsel menggunakan Fake GPS.

Lewat kampanye #HapusTuyul sebagai cara mengalahkan Fake GPS, GO-JEK mengklaim jika lebih dari 70% pengemudi mereka telah menghapus aplikasi Fake GPS dari ponsel. Awalnya kampanye #HapusTuyul ini sudah mulai dicobakan di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan. Namun sejak pertengahan April 2018, sudah merambah skala nasional.

Untuk memberikan efek jera dan kunci cara mengalahkan Fake GPS, GO-JEK menetapkan sejumlah aturan bagi pengemudi yang membandel. Tak langsung membekukan akun pengemudi, GO-JEK akan mengirimkan peringatan pada driver yang memasang Fake GPS. Di mana GO-JEK meminta agar si pengemudi penghapus Fake GPS dalam waktu maksimal tujuh hari.

Bagi pengemudi yang enggan menghapus Fake GPS, GO-JEK tidak akanĀ  mencairkan bonusnya. Tahapan berikutnya, si ojol akan diberi sanksi suspend dengan jangka waktu sesuai pelanggaran mereka yang membuat pengemudi tak mendapat orderan. Pengemudi yang sudah suspend tapi memasang Fake GPS lagi, hubungan kerjanya akan diputus sepihak oleh GO-JEK.

Nah, ternyata cara mengalahkan Fake GPS sangat mudah bukan? Untuk itulah Anda yang selama ini menjadi pengemudi jujur, jangan pernah patah semangat. Perusahaan akan selalu mencari cara untuk menciptakan keadilan dan membasmi kecurangan.

4 thoughts on “Basmi Fake GPS Dengan Aplikasi Ini, Driver Ojol Wajib Tahu

  1. Rezi

    Di lokasi saya kqn ada bbrapa yg terima orderan d bwh 3km terus menerus hingga jam 3 sore sdh kelar 30poin…bg mana katanya d kantor tdk ada gojek prioritas.knp kenyataan prioritas 2km saja..ada..????
    Tolong d perbaiki agar adil dalam pemberian order.

    Reply
    1. Info Kerja Post author

      Silahkan bapak kirim langsung keluhan melalui pihak Ojek online nya, karena kami di sini bukan pihak resmi. Kami hanya berbagi informasi seputar ojek online, trims

      Reply
  2. acep agus

    sekarang banyak driverr pada pake tuyul tolong diberantas, kasihan ojek yg jujur sudah lama menunggu dan muter sana muter sini ga dapet dapet.paling satu hari order masuk cuma tiga.
    terima kasih. dan mohon ditindak lanjuti.

    Reply
  3. Aries Setiawan

    Saya mau tanya tuk hp XIOMI note 4 x Pakah fake GPS bawaan dari Hp? Cara menghilangkanya bagaimana?terima kasih.saya dari awal murni terus.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *