Bolehkah Jual Beli Akun GrabBike & GrabCar? Bagaimana Caranya?

By | 9 Juli 2018

Baru beberapa bulan lalu, marak berita penjualan akun Grabbike dan Grabcar. Bahkan, jasa penjualan akun Grab pun masih dapat ditemukan melalui berbagai sosial media, terutama Facebook. Sayangnya, walaupun kasus dan vendor penjualan akun ojek online masih banyak, legalnya bisnis tersebut masih diawang-awang. Sebenarnya, boleh tidak sih berjualan akun Grab driver? Lalu, bagaimana cara jual beli akun Grab?

Apakah Jual Beli Akun Grab Driver Legal?

Cara jual beli akun grab

Legal kah menjual akun grab?

Banyaknya berita dan kasus seputar bisnis jual beli akun Grab driver membuat berbagai sensasi dalam media. Namun, kebanyakan anggota masyarakat hanya tahu beritanya saja. Legal tidaknya bisnis jual beli akun Grab masih belum jelas kebenarannya.

Baca juga:

Sebenarnya, apa sih yang menentukan legal tidaknya suatu bisnis? Undang Undang Perdagangan Indonesia sudah menegaskan bahwa segala macam bisnis online (alias e-commerce) harus memiliki surat ijin asli. Padahal, bisnis jual beli akun Grab driver selalu dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu, pihak Grab sendiri juga ambil andil mengenai perihal ini.

Ketentuan Grab

Cara jual beli akun grab

Ada ketentuan yang harus dipatuhi

Grab sendiri juga sudah menetapkan ketentuan mengenai jual beli akun mitranya. Ketentuan tersebut dapat dilihat dalam Kode Etik yang terdapat dalam website Grab, tepatnya dalam kode nomor 32 bagi driver Grabbike maupun Grabcar. Kode tersebut diletakkan pada kolom pelanggaran yang menyatakan bahwa mitra yang “melakukan jual beli akun Grab” akan dikenai sangsi langsung, yaitu dikeluarkan secara langsung. Dibandingkan dengan pelanggaran lainnya, tidak terdapat toleransi, denda, maupun kesempatan kedua bisa sudah melanggar kode etik tersebut.

Jadi, bisnis jual beli akun Grab driver jelas illegal. Namun, tidak hanya itu saja, pengguna alias pembeli akun yang dijual bisnis tersebut jugalah illegal, sehingga kedua belah pihak pasti akan dikeluarkan dari Grab.

Resiko Berjualan Akun Grab Driver

Cara jual beli akun grab

Ada resikonya? Tentu

Bisnis ini jelas tidak legal. Maka, kami tidak akan menyebarkan cara jual beli akun Grab. Daripada belajar cara melakukan bisnis illegal, lebih baik belajar resiko yang muncul bila bersangkutan dalam bisnis jual beli akun Grab driver. Bagi driver yang ketahuan membeli akun driver, akan ada beberapa resiko yang didapatkan, yaitu:

  • Sulit mendapat penumpang. Hal ini disebabkan karena perbedaan data driver (foto, nama, jenis kendaraan, dll.) membuat calon penumpang curiga dan menghindari Anda. Bahkan, bila nama, tipe kendaraan, dan plat nomor sudah disamakan sekalipun, driver akun illegal tetap susah mencari penumpang karena mukanya tidak mungkin sama dengan profil driver. Sangat mungkin bagi calon penumpang untuk membatalkan pesanan dan melaporkan oknum ke Grab.
  • Tidak mendapat asuransi. Resiko kecelakaan selalu ada bagi para pengguna jalan. Maka, asuransi pun menjadi hal penting. Namun, oknum yang membeli akun driver secara illegal tidak mungkin mendapatkan asuransi mitra Grab karena data yang berbeda dengan identitas asli driver.
  • Driver akun illegal tidak bisa pergi ke kantor Grab. Lagi-lagi, karena data profil yang tertera dalam akun dan penggunannya berbeda, mereka sangat mungkin ketahuan bila pergi ke kantor Grab.

Selain itu, sesuai dengan kebijakan Grab yang sudah dibahas di poin sebelumnya, akun driver yang diperdagangkan akan dibekukan dan pihak penjual maupun pembeli akun Grab driver akan dikeluarkan dari Grab.

Baca juga:

Cara Membedakan Akun Official Perusahaan dan Akun Jual Beli

Cara jual beli akun grab

Bedakan akun official

Pelanggan maupun sesama mitra Grab harus waspada terhadap akun-akun illegal. Agar dapat menghindari dan melaporkan akun illegal tersebut, Anda harus tahu ciri-ciri akun illegal, yaitu:

  • Foto profil dan muka driver jauh berbeda
  • Tidak tercantum tipe kendaraan dan plat nomor di profil akun. Jika tercantum namun berbeda dengan kendaraan yang dibawa driver, biasanya memberi alasan bahwa “kendaraan sedang diservis”
  • Tidak mengikuti atau sering melanggar kode etik Grab

Karena penjualan akun Grab driver tidaklah legal, tidak baik mempelajari cara jual beli akun Grab. Konsekuensi yang dihadapi penjual akun Grab driver sangat berat, yaitu dikeluarkan dan dimasukkan dalam blacklist Grab. Kalu memang mau bekerja sebagai driver Grab, sebaiknya mendaftarlah sesuai prosedur Grab.

8 thoughts on “Bolehkah Jual Beli Akun GrabBike & GrabCar? Bagaimana Caranya?

  1. Ridwan

    Bagaimana cara mendapatkan akun akun grab car yg sudah tidak aktif lagi.tapi bisa di peroleh dari jalur yg resmi/legal.

    Reply
  2. Peringatan Lase

    Mhn infonya khusus kota medan cara mendapatkan akun2 yang jarang dipakai atau sdh tdk aktif tp secara resmi.. dari pada beli akun org yg tdk jelas… sekali lagi saya mhn petunjuk tks.

    Reply
    1. Info Kerja Post author

      Pihak Grab tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika anda ingin akun, anda harus daftar Grab tentunya

      Reply
  3. Aidil

    Assalamualaikum. Mohon maaf sebelumnya, saya bermaksud menanyakan, berhubung Adik saya punya Akun grabcar dan karena adik saya sudah tidak aktif lagi (ada kegiatan lain), maka ybs saat ini menyerahkan akunnya kepada saya , bisa berbagi tips bagaimana cara mengubah foto Profil akun tersebut (saya harus ketemu adik saya setiap pagi untuk verifikasi wajah) 😁😁 ?,

    Reply
    1. Info Kerja Post author

      Hahahah, yah harus mas, soalnya Grab sekarang sudah ada sistem verifikasi wajah. Makanya semakin lama, jual beli akun sudah semakin tidak diuntungkan

      Reply
  4. Tono

    Masal PM semakin bnyak. Pelangaran kode etik. Sprti pelecehan kepda penumpang, mabok, rokok, penipuan. . Yg sy tnyakan, apakah klu mendapatkan penumpang yg mnta grab now. Akan mmperngaruih bagi driver. Tau2 sdh d nilai pelangaran. Tiba2 D PM. Llu sisa saldo dompet tunai larinya kmn. Apakah d mkn perusahan Malaysia. Bagi sy grab itu tdk bermutu.

    Reply
  5. Muslih Alik

    Bagaimana tida marak penjualan akun ,sebab para pendaftar baru sangat sulit untuk terdaftar sebagai driver,di karena kan lamanya proses verifikasi penerimaan driver baru yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk membeli akun akun yg dah terpakai,lagian pula satu orang driver bisa memiliki dua akun ojol,?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *