Besar Mana Gaji di Jepang dan Korea? Ungkap Faktanya Disini

By | 22 Oktober 2018

Besar mana gaji di Jepang dan Korea selalu menjadi pertanyaan dari sebagian besar calon tenaga kerja dari Indonesia. Dulu menjadi TKI selalu identik dengan pembantu rumah tangga. Tujuan utamanya pasti Arab Saudi, Malaysia dan Singapura. Namun sekarang fenomena yang ada sudah berbeda. Para tenaga kerja Indonesia yang ingin merantau justru melirik negara Asia lainnya seperti Jepang dan Korea sebagai negara tujuan.

Bagaimana tidak, kedua negara ini menjanjikan nominal gaji yang terbilang sangat besar. Sudah tahu sebenarnya besar mana gaji di Jepang dan Korea? Kedua negara ini memang tampak semakin menjanjikan. Nah, sebelum memilih salah satunya, berikut kita ulas besar mana gaji di Jepang dan Korea?

Besar Mana Gaji di Jepang dan Korea

Membandingkan besar gaji di Jepang dan Korea berdasarkan fakta

Besar mana gaji di Jepang dan Korea dari perbedaan jam kerja

Gaji pokok yang akan didapatkan sendiri sangat bergantung pada jenis bidang produksi apakah perusahaan atau pabrik yang dituju. Sebagian besar pabrikan Jepang bergerak di bidang otomotif sedangkan pabrikan Korea mayoritas berkecimpung di bidang tekstil. Dari segi ini, bekerja di pabrikan Jepang jelas akan memberikan gaji yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bekerja di pabrikan Korea. Perbandingan gajinya adalah sekitar 20 jutaan di Jepang sementara Korea sebesar 14 sampai dengan 16 jutaan.

Meski demikian, tahun 2018 ini Korea meningkatkan rate upah minimum sehingga para TKI di Korea akan bisa mengantongi upah hingga hampir 30 jutaan. Ada peraturan yang sangat bagus dari pemerintahan Korea. Yaitu tidak adanya perbedaan dari segi nominal gaji baik untuk penduduk Korea maupun TKI. Sehingga yang akan membedakan besaran upah hanyalah kemampuan dan kedisiplinan kita dalam bekerja. Untuk jam kerjanya sendiri, terdapat perbedaan antara jam kerja di Korea dan Jepang.

Baca juga:

Di Jepang, jam kerja biasanya adalah selama 5 hari per minggu. Sehingga hari sabtu dan minggu bisa digunakan untuk beristirahat. Di pabrikan Korea, mayoritas pabrikan yang ada menerapkan aturan jam kerja 7 jam dalam sehari selama 5 hari kerja. Jam ini masih ditambah dengan 5 jam kerja di hari sabtu. Sehingga sebagai karyawan tetap harus masuk di hari sabtu meski hanya setengah hari. Aturan ini sebagian besar diterapkan oleh perusahaan Korea yang bergerak di bidang produksi sepatu.

Besar mana gaji di Jepang dan Korea dan kaitannya dengan kesejahteraan karyawan

Mayoritas pabrikan Jepang memberikan berbagai tunjangan. Mulai dari tunjangan kesehatan yang terdiri atas BPJS dan asuransi swasta. Juga tunjangan makan di kantin dengan menu sehat, hingga THR yang bisa berjumlah sampai dengan 2 kali gaji pokok. Selain itu, karyawan pabrikan di Jepang juga akan mendapatkan bonus akhir tahun yang nilainya setara dengan 4 sampai dengan 5 kali gaji pokok. Belum lagi tunjangan transport sampai dengan 400 ribu per bulan dan tunjangan kehadiran senilai 150 ribu per bulan dan jemputan karyawan. Bahkan ada juga tunjangan kacamata yang bisa didapatkan per dua tahun.

Rekomendasi:

Di pabrikan Korea, tunjangan kesehatan adalah tunjangan BPJS, tunjangan makan di kantin dan THR yang bernilai sama dengan satu kali gaji pokok. Selain itu, ada juga tunjangan transport yang setara dengan 130 ribu per bulan dan tunjangan kehadiran sebesar 50 ribu per bulan. Meski terkesan lebih sedikit dibandingkan dengan di Jepang namun di Korea setiap tahun akan ada kenaikan gaji. Di tahun 2018 ini sendiri ada kenaikan yang signifikan dengan rata-rata gaji pokok per jam adalah sebesar RP. 752.027 dengan upah lembur sebesar RP. 141.942.

Besar mana gaji di Jepang dan Korea dari aspek biaya hidup

Sebagian besar dari kita pastinya tergiur melihat besaran gaji yang ditawarkan oleh kedua negara ini. Apalagi jika besaran gaji tersebut dibandingkan dengan UMR di Indonesia. Satu hal penting yang seringkali kita lupakan adalah biaya hidup di kedua negara ini yang tentunya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya hidup di Indonesia. Sebagai tenaga kerja asing tentunya kita harus pandai-pandai mengatur besaran gaji agar mencukupi kebutuhan makan, tempat tinggal, kesehatan, asuransi dan sebagainya.

Sebenarnya, asalkan berhemat maka para TKI akan bisa membawa sejumlah besar nominal uang begitu pulang ke tanah air. Kondisi TKI di Korea Selatan sendiri di tahun 2018 ini menurut staff BNP2TKI sangat terlindungi karena mendapatkan fasilitas asuransi, tempat tinggal bahkan perlindungan hukum. Asalkan rajin, para TKI bisa mengantongi 30 juta per bulan. Sayangnya, ada sebagian TKI yang terjebak kehidupan glamor di Korea Selatan sehingga cenderung boros dan akhirnya tidak bisa membawa banyak uang saat kembali ke tanah air.

Rata-rata kontrak kerja di negara Ginseng dan Korea Selatan adalah selama 4 tahun dan 10 bulan. Selama rentang waktu ini, para TKI yang rajin atau banyak mengambil lembur akan bisa mengantongi lebih banyak pundi-pundi rupiah saat kembali ke tanah air. Bagi yang rajin, per bulan akan bisa menyisihkan sebesar Rp 15 juta sehingga di akhir masa kontrak akan bisa mengumpulkan sekitar 800 jutaan saat pulang ke Indonesia. Untuk kuota nasional sendiri di tahun 2018 mengalokasikan sekitar 5200 tempat untuk TKI di Korea Selatan.

Biaya Hidup di Jepang

Bagi yang memilih untuk menjadi TKI di Jepang harus bisa lebih berhemat lagi mengingat beberapa kota termahal di dunia dimiliki oleh negara Jepang. Bagaimana tidak, Tokyo adalah kota termahal peringkat 1 di dunia. Sementara Nagoya, Yokohama dan Kobe menduduki peringkat ke 4, 5 dan 7. Dari data ini bisa disimpulkan bahwa biaya hidup di Jepang sangatlah mahal. Bayangkan, harga beras rata-rata adalah 200 ribuan per 5 kilo dan mie instan dihargai sebesar 20 sampai dengan 30 ribuan. Ramen yang menjadi makanan khas yang murah dan mudah ditemukan dihargai sekitar 50 ribuan sementara roti seharga 20 ribu dan minuman kaleng sekitar 10 ribuan.

Belum lagi harga apato atau apartemen di Jepang yang dibanderol pada harga 3 jutaan untuk yang paling murah. Tiket kereta antara stasiun dengan jarak dekat sekitar 2 sampai dengan 3 menit perjalanan seharga 13 ribuan. Jika ingin memotong  di barber shop harus merogoh kocek sekitar 400 ribuan. Untuk buah-buahan, satu tandan pisang berisi 8 buah dihargai 20 ribu sementara satu buah apel dibanderol seharga 15 ribu.

Fresh graduate yang bekerja sebagai TKI di Jepang biasanya akan mendapatkan gaji sekitar 20 sampai dengan 25 juta per bulan. Jika dibandingkan secara sekilas dengan gaji pegawai di Indonesia tentunya terkesan sangat jauh. Meski demikian, kita juga tidak boleh lupa untuk mengkalkulasikan biaya hidup. Mulai dari makan, apato atau tempat tinggal, listrik, gas, air, internet dan sebagainya. Semua itu harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk bekerja di sana. Satu lagi hal yang tidak kalah penting adalah selalu membiasakan hidup hemat dan menabung dibandingkan sekedar membandingkan besar mana gaji di Jepang dan Korea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *