Sistem Bagi Hasil Grab Food 2019, Ini Perhitungannya!

By | 1 Januari 2019

Tidak cuma mengantar jemput penumpang dengan sepeda motor atau mobil, saat ini layanan jasa pesan-antar makanan seperti GO-FOOD dan GrabFood pun jadi primadona. Bukan hanya menguntungkan konsumen, kabarnya sistem bagi hasil Grab Food di 2019 ini juga sangat menguntungkan para ojol alias ojek online. Tak jarang para ojol lebih mencari pendapatan besar dari pengantaran makanan ini.

Bagi Hasil Grab Food

Bahkan jika ingin dijabarkan lebih luas lagi, layanan Grab Food ini juga menguntungkan setiap pemilik usaha kuliner. Pihak Grab Indonesia tidak memungut biaya sepeserpun untuk proses pendaftaran usaha kuliner yang ingin menjadi mitra GrabFood. Satu-satunya perhitungan biaya adalah dari bagi hasil Grab Food berdasarkan total penjualan antara merchant dan Grab.

Dengan fakta ini, sebetulnya bagi hasil Grab Food sangatlah memihak pemilik usaha kuliner. Hanya saja masih ada beberapa pemilik restoran yang enggan bergabung sebagai partner dari Grab Food dengan berbagai pertimbangan. Padahal jika dipikirkan mendalam, ada banyak keuntungan yang bisa Anda peroleh dan berimbas ke omzet bulanan.

Perhitungan Bagi Hasil Grab Food Bagi Merchant

Melalui situs resmi mereka, Grab menjelaskan jika profit sharing yang dibebankan kepada toko/restoran partner GrabFood adalah 30% (tidak termasuk PPN), sesuai pesanan yang masuk. Jadi misalkan saja, dalam satu hari Anda memperoleh total pesanan sebesar Rp 100.000, maka 30% di antaranya yakni mencapai Rp 30.000 jadi milik Grab.

Terlalu besar? Merasa rugi karena total pendapatan sebanyak 30% justru menjadi hak Grab? Mungkin itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang kerap ditanyakan pemilik usaha kuliner. Namun jika dipikirkan dengan tenang, sistem bagi hasil Grab Food sebesar 30% itu sebetulnya sudah terhitung normal. Karena para pemilik usaha justru memperoleh banyak keuntungan seperti berikut ini:

1. Promo Gratis

Ketika Anda memutuskan untuk mendaftarkan usaha kuliner sebagai merchant GrabFood, maka ini artinya restoran Anda akan terpampang di layanan GrabFood pada layanan Grab. Dengan begitu, Anda bisa menggunakannya sebagai media promo gratis dan timbal balik positif atas bagi hasil Grab Food.

Dibandingkan melalui media sosial, promosi di Grab tentu lebih menguntungkan karena yang menggunakan layanan GrabFood adalah konsumen pasti. Disebut konsumen pasti karena besar kemungkinan mereka memang tengah mencari makanan dan membutuhkan layanan GrabFood. Berbeda dengan pengguna media sosial yang mungkin masih ‘sekadar’ mencari informasi saja.

2. Tidak Perlu Bayar Kurir

Dengan bagi hasil Grab Food sebesar 30%, pihak Grab sama sekali tidak meminta biaya tambahan untuk jasa pengantaran. Bahkan driver Grab sendiri yang datang ke restoran Anda dan melakukan pemesanan langsung. Anda tak perlu bingung memikirkan jarak pengantaran atau tarif jasa antar, karena driver Grab bertindak sebagai kurir Anda langsung, tanpa biaya sama sekali.

3. Konsumen Lebih Luas

Kalau Anda membuka restoran di pinggir jalan, mungkin para pelanggannya adalah orang-orang di sekitar lokasi restoran atau yang sedang kebetulan lewat. Lingkup pasar penjualan Anda cenderung lebih kecil, tetapi tidak dengan GrabFood. Seperti yang sudah diketahui, pengguna aplikasi Grab sangatlah besar dan membuat kebutuhan akan GrabFood meningkat pula.

Bukan tak mungkin restoran Anda dilihat oleh orang-orang yang berjarak hingga 5-10 kilometer dari restoran. Dan Anda pun tak perlu repot memikirkan tarif antar atau menggaji kurir tambahan dengan GrabFood.

4. Omzet Meningkat

Dengan peluang pasar yang makin luas, bisa dibilang kalau omzet Anda tetap meningkat. Misalkan saja, sebelum mendaftar GrabFood, penghasilan Anda di kisaran Rp 1 juta perbulan, setelah memakai GrabFood, bisa melonjak hingga Rp 3 juta perbulan. Kendati dipotong bagi hasil Grab Food yakni 30% atau Rp 900 ribu, omzet Anda tetaplah mengalami peningkatan.

Tenang saja, sekalipun omzet Anda melonjak berkali-kali lipat, sistem bagi hasil Grab Food tidak berubah sehingga keuntungan terbesar tetap di merchant. Supaya biaya produksi Anda tak terbebani, ada baiknya untuk meningkatkan harga menu di aplikasi GrabFood sebantak 10-20% dari harga normal di restoran. Selisih harga di restoran dan GrabFood inilah yang membayar profit sharing.

5. Pembayaran Beragam

Manfaat lain yang bisa Anda peroleh adalah pilihan metode pembayaran GrabFood untuk driver beragam. Di mana konsumen bisa membayar secara cash atau non-tunai menggunakan dompet OVO atau GrabPay. Jika dengan cash, ojol akan membayar langsung dengan uang tunai kepada restoran Anda saat itu juga saat orderan selesai dibuatkan.

Bagi Hasil Grab FoodSementara dengan opsi non-tunai, driver tak perlu lagi mengeluarkan modal uang tunai saat hendak membayarkan orderan di restoran pilihan. Bahkan untuk ongkos kirim yang wajib dibayar konsumen, akan langsung masuk ke dompet kredit tunai milik driver. Omzet restoran pilihan yang bisa non-tunai ini juga langsung masuk ke saldo masing-masing.

Nah, jika sebelumnya sudah dijabarkan panjang lebar mengenai keuntungan yang diperoleh merchant saat gabung GrabFood, maka kini giliran driver. Yap, Grab juga mengatur skema yang menguntungkan pula untuk setiap ojol yang menerima pesanan GrabFood.

Baca panduan

Keuntungan Driver Yang Terima Orderan GrabFood

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, GrabFood adalah salah satu layanan primadona dari Grab. Semakin meningkatnya jumlah pengguna GrabFood, tentu membuat driver Grab memperoleh banyak keuntungan.

1. Memperoleh Insentif

Sebelum menerima orderan GrabFood, Anda harus tahu kalau perhitungan tarif Grab Food jelas beda dengan layanan GrabBike. Jika dalam GrabBike, Grab mengatur pembagian hasil antara Grab dan pengemudinya adalah 10% dari tarif GrabBike dengan 90% adalah milik pengemudi, maka GrabFood tidak demikian. Besaran penghasilan pengemudi diatur dalam Insentif GrabFood.

Bagi Hasil Grab FoodInsentif GrabFood pun memiliki besaran yang berbeda-beda di kota operasional. Kota Jakarta, Karawang, Bekasi, Bogor dan Tangerang disebut memiliki besaran insentif GrabFood yang terbesar. Namun tenang saja, saat ini GrabFood sudah  tersedia di 26 wilayah dengan cakupan lebih dari ratusan kota di seluruh Indonesia sehingga di manapun Anda mengaspal, tetap bisa untung.

Bagi Hasil Grab Food

2. Tak Perlu Khawatir Order Fiktif

Orderan fiktif adalah salah satu momok bagi para pengemudi. Sudah jauh-jauh memesankan makanan di sebuah restoran dengan total orderan besar, ternyata si pengorder fiktif saat diantar. Jelas hal ini membuat kecewa dan kesal karena tak hanya orderan gagal dibayar, tarif Grab Food pun tak akan dibayar sehingga Anda buang-buang bensin belaka.

Namun tenang, Grab begitu memahami pengemudi mereka yang jadi korban orderan fiktif. Anda bisa melaporkan kasus ini kepada pihak Grab baik secara online atau berkunjung ke kantor Grab terdekat, melengkapi data yang dibutuhkan dan kemudian memperoleh uang pengganti.

3. Promo Tetap Dapat Penghasilan

Kadang konsumen menggunakan promo seperti gratis atau potong ongkos kirim saat menggunakan layanan GrabFood. Meskipun tarif Grab Food akan mengalami penyesuaian, Anda tak perlu khawatir. Karena besaran biaya promo akan masuk langsung ke saldo dompet tunai pengemudi.

4. Penghasilan Meningkat

Ada banyak sekali metode pembayaran GrabFood untuk driver. Anda bisa menerima uang tunai atau saldo kredit ke dompet tunai. Semua metode pembayaran itu diatur dengan mudah melalui aplikasi Grab setiap ada orderan GrabFood yang masuk. Dengan begitu Anda bisa menambah penghasilan selain dari orderan GrabBike.

Bahkan jika Anda ingin menambah penghasilan lebih banyak, bisa bergabung sebagai pasukan GrabFood yang fokus untuk melayani pesanan GrabFood. Sebagai pasukan GrabFood Anda bisa memperoleh insentif spesial dan Top Up senilai Rp 100 ribu.

Terbukti bukan kalau sistem bagi hasil Grab Food yang diatur oleh Grab sangat menguntungkan. Tidak hanya untuk pengemudi Grab, keuntungan besar juga diperoleh oleh setiap pemilik usaha kuliner. Para pemilik usaha pun bisa mengubah statusnya dari TERDAFTAR menjadi PARTNER GrabFood. Di mana restoran yang menjadi Partner GrabFood mendapat keuntungan lebih.

Baca juga:

Beberapa keuntungan yang diperoleh Partner GrabFood adalah hak prioritas dalam pelayanan operasional dari tim GrabFood. Restoran Anda pun memperoleh kesempatan untuk mengikuti beberapa program dari Grab Indonesia seperti event, promo, pemasaran demi meningkatkan kinerja bisnis. Bahkan skema bagi hasil Grab Food pun bisa diperoleh lebih rinci.

Bagaimana, sudah cukup jelas bukan untuk perhitungan bagi hasil Grab Food? Tidak saja hanya memihak pemilik usaha kuliner, para pengemudi pun memperoleh peluang besar untuk meningkatkan pendapatan. Agar penghasilan dalam sehari semakin gacor, jangan lupa untuk selalu menjadi pengemudi yang ramah dan jujur selama melayanan konsumen. Semangat!

8 thoughts on “Sistem Bagi Hasil Grab Food 2019, Ini Perhitungannya!

  1. Heri

    Apa saya sudah harus bayar pajak. Kalau sudah berapa pajak yg harus saya bayar sekarang

    Reply
  2. Debi

    mohon beri petunjuk cara mendaftarkan warung sy ke grabfood

    Reply
    1. Info Kerja Post author

      silahkan cari artikel cara daftar grabfood untuk pemilik restoran

      Reply
  3. Yulia Wira Sugiarti

    Saya mau belajar buat makanan gorengan, es dll tp Masih rumahan apa bisa bergabung di grab food

    Reply
    1. Info Kerja Post author

      Tergantung gorengan bagaiamana mbak ,selain itu anda juga harus memasukkan lokasi dll.

      Reply
  4. Tofik

    Saya br pemula jd mitra usaha grabfood,nah sy bingungnya kpn d trnpernya dr grap food sedangkan buat modal usaha besok

    Reply
  5. Irfanul

    Maaf mau tanya…
    Warung makan saua terdaftar otomatis oleh grabfood
    Dan driver membayar secara tunai cash dg nominal harga lebih 20%
    Lalu gmn cara system bagi hasilnya oleh pihak grab nya yaa ?
    Krn jika di gofood lgsg do potong saldo gopaynya sebelum ditransfer ke rekening bank pedagang.
    Terimakasih

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *