Penyebab Penghasilan Grabbike Menurun? Atasi Dengan Ini!

Penghasilan Grabbike Menurun Di awal kemunculannya, grabbike seakan menjadi idola. Tidak hanya idola bagi pekerja yang perlu bermobilitas kesana kemari, namun juga idola bagi para pencari nafkah. Jumlah uang yang bisa dibawa pulang perhari dari grabbike dulu memang terbilang fantastis.

Nominal itu pun belum ditambah dengan jumlah bonus dari perusahaan. Namun, saat ini sudah berbeda. Penghasilan grabbike tak lagi fantastis bahkan cenderung menurun. Lalu apa alasan pendapatan grabbike menurun? Bagaimana cara mengatasinya?

Semakin Banyak Jumlah Mitra Grabbike Menjadi Penyebab Penghasilan Grabbike Menurun

Tak bisa dipungkiri, salah satu penyebab penghasilan grabbike menurun adalah semakin  banyaknya jumlah pengemudi yang menajdi mitra grabbike. Mengantongi jutaan rupiah setiap minggunya dari hasil mengemudi grabbike yang tak memerlukan ijazah pendidikan tinggi tentu menjadi incaran banyak orang untuk mencari rezeki. Seiring berjalannya waktu, jumlah driver grabbike pun makin  meningkat di berbagai kota.

penghasilan grabbike menurun

Walaupun jumlah customer grabbike juga tidak bisa dibilang menurun, namun peningkatannya tak bisa mengimbangi peningkatan jumlah mitra grabbike. Alhasil, jumlah orderan yang ada pun harus dibagi-bagi ke semua driver yang bekerja. Sebagai contoh, katakanlah di sebuah daerah ada 100 order masuk setiap harinya.

Ketika awal grab diperkenalkan kepada masyarakat, driver yang tersedia hanyalah 10 orang. Maka satu orang driver bisa memperoleh rata-rata 10 orderan setiap harinya. Namun, sekarang, jumlah pengemudi meningkat menjadi 25 orang dengan jumlah orderan masih di sekitaran 100 setiap harinya.

Setiap driver pun hanya akan mendapat order sekitar 4 orderan setiap harinya. Hal inilah yang paling jelas menjadi sebab penghasilan grabbike menurun.

Baca juga:

Skema Insentif yang Berubah Menjadi Alasan Penghasilan Grab Motor Menurun

Salah satu hal yang menjadi andalan penghasilan para mitra grabbike adalah adanya insentif yang jumlahnya lumayan besar. Insentif ini bisa didapatkan tentu dengan beberapa persyaratan seperti memenuhi jumlah orderan tertentu. Apabila syarat terpenuhi, jumlah bonusnya pun tidak main-main, bisa lebih dari satu jutaan perminggunya.

penghasilan grabbike menurun

Skema insentif grab

Sayangnya, skema insentif seperti itu tidak lagi berlaku saat ini. Skema insentif grabbike sudah mengalami perubahan. Perubahan skema inilah yang juga menjadi akibat penghasilan grabbike menurun.

Skema insentif dan bonus dari grabbike dahulu didasarkan pada perhitungan total perjalanan yang dapat diselesaikan perharinya. Sebagai contoh, seorang driver dituntut untuk menyelesaikan 16 perjalanan setiap harinya untuk bisa mendapatkan bonus mingguan. Jumlah perjalanan tersebut terlepas dari jumlah total kilometer dan jumlah total argo. Hal ini tentu menguntungkan bagi para driver yang mendapatkan order jarak pendek.

Baca juga:

Namun sekarang, skema insentif dan bonus tak lagi didasarkan pada jumlah perjalanan yang terselesaikan setiap harinya. Skema insentif dan bonus kini didasarkan pada total argo yang diperoleh dalam sehari. Kini, para driver grabbike tidak bisa lagi bergantung pada orderan jarak-jarak pendek karena pasti jumlah argonya kecil. Skema perhitungan insentif dan bonus yang terbaru ini tentu terasa lebih sulit. Banyak driver yang selama ini bergantung pada bonus insentif ini karena jumlah nominalnya bisa menjadi tambahan pemasukan setiap harinya. Namun perubahan skema insentif dan bonus ini tidak bisa dihindari. Hal ini jelas menjadi alasan penghasilan grabbike menurun.

Mengabaikan Orderan yang Masuk Juga Menjadi Alasan Penghasilan Grabbike Menurun

Setiap orderan yang masuk ke aplikasi merupakan sumber pemasukan baru bagi driver grabbike. Namun, ada banyak driver grabbike yang mengabaikan orderan tersebut karena beberapa alasan. Beberapa contoh alasannya adalah orderan merupakan perjalanan jarak pendek yang total argonya rendah. Orderan jarak dekat sering dikatakan membawa lebih banyak kerugian daripada keuntungan.

penghasilan grabbike menurun

Jangan abaikan orderan!

Namun anehnya, ada pula driver yang mengabaikan orderan yang masuk karena orderan memakan jarak yang terlalu jauh. Driver yang mengabaikan orderan macam ini biasanya para driver pemula yang merasa takut kalau-kalau nyasar dan tidak bisa menemukan tempat tujuan dengan baik. Selain dua hal di atas, pengabaian orderan juga terkadang disebabkan karena banyak customer yang menggunakan promo, pembayaran non tunai atau grabpay, dan adanya potongan-potongan argo lain.

Jangan lupa baca: Lowongan Dan Info Pendaftaran Grabbike Terbaru 2019

Pengabaian orderan yang masuk boleh-boleh saja apabila dilakukan sekali dua kali jika keadaan memang tidak memungkinkan untuk bekerja. Namuh, apabila ini dilakukan berulang kali, pengabaian orderan ini bisa berujung menjadi sebab penghasilan grabbike menurun. Bagaimana tidak? Mengabaikan orderan yang masuk ke aplikasi bisa membuat peringkat penerimaan driver menurun drastis. Akibatnya, jumlah orderan selanjutnya akan memakan waktu lama untuk masuk. Kunci dari jumlah penerimaan orderan ada di tiga orderan pertama. Apabila ketiga orderan pertama ini dilaksanakan dengan baik, maka orderan selanjutnya akan masuk dengan lancar.

Salah Posisi ‘Mangkal’ Bisa Menjadi Sebab Terakhir Kenapa Pendapatan Grabbike bisa Menurun

Apa penyebab penghasilan grabbike menurun lainnya? Salah posisi ‘mangkal’! Setiap aplikasi grab yang dimiliki para driver pasti dibekali dengan fitur navigasi. Fitur ini akan membantu driver menemukan spot-spot potensial yang dapat memberikan orderan lebih. Seorang driver grabbike harus cermat untuk memanfaatkan fitur ini agar penghasilannya bisa banyak.

penghasilan grabbike menurun

Lokasi strategis

Fitur ini sudah disediakan sedemikian rupa agar para driver terbantu dalam mendapatkan orderan. Selain itu, fitur ini juga memperlihatkan besar kecilnya permintaan. Melalui fitur ini, driver bisa melihat zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Zona yang bertanda merah bisa dipastikan menawarkan demand order yang jauh lebih tinggi. Sementara itu, zona kuning menandakan lokasi tersebut memiliki demand yang tinggi dan zona hijau memberi tanda bahwa zona tersebut memiliki demand yang sedang.

Dengan mengetahui dan kemudian memanfaatkan fitur ini, tidak ada alasan lagi bagi para driver untuk terus mengeluhkan menurunnya pendapatan. Driver tidak perlu lagi mencoba-coba ‘mangkal’ di suatu tempat sambil menebak-nebak banyak atau tidaknya orderan yang mungkin masuk. Cukup buka aplikasi, manfaatkan fitur navigasinya, dan bersiaplah menerima orderan. Jangan salah posisi lagi ya!

Membatalkan Orderan pun Turut Berkontribusi Menjadi Alasan Penghasilan Grabbike Menurun

Di poin sebelumnya, salah satu sebab penghasilan grabbike menurun adalah mengabaikan orderan yang masuk. Namun, bukan berarti driver yang sudah menerima orderan lalu membatalkan secara sepihak juga tidak luput dari penurunan penghasilan. Membatalkan orderan juga menjadi penyebab utama semakin kecilnya penghasilan para mitra.

penghasilan grabbike menurun

Membatalkan orderan

Ketika ada orderan masuk ke aplikasi driver dan kemudian dibatalkan secara sepihak oleh driver, rating aplikasi driver tersebut akan anjlok. Sekalinya anjlok, menstabilkannya kembali akan menjadi pekerjaan yang berat. Driver perlu menyelesaikan beberapa orderan dengan sangat baik untuk memperbaiki ratingnya. Lalu, dimana ruginya membatalkan orderan? Ruginya jelas ada pada orderan yang masuk selanjutnya. Selain itu, rating yang bagus juga menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan bonus. Semakin stabil dan bagus rating yang didapatkan, jumlah orderan yang masuk pun juga semakin lancar. Dengan begitu, jumlah penghasilan pun bisa semakin meningkat.

Sebaliknya, apabila orderan terus dibatalkan dan orderan selanjutnya yang masuk dan dikerjakan tidak berjalan dengan sukses, bersiaplah untuk mendapatkan penghasilan yang terjun bebas. Selain orderan yang tidak kunjung masuk, bonus pun tidak bisa keluar. Alhasil, penghasilan grabbike pun menurun.

Penghasilan grabbike menurun? Ini alasannya: jumlah driver yang meningkat, sering membatalkan orderan, sering mengabaikan orderan, skema insentif dan bonus yang berubah, dan driver yang berada di posisi ‘mangkal’ yang kurang potensial. Pastikan hal-hal itu tidak terjadi ketika bekerja agar penghasilan grabbike tidak terus menurun.

Cara mengatasi penghasilan grabbike yang menurun?

Pertama, bilamana hal ini sebabkan karena perubahan sistem atau kebijakan dari pihak grab itu sendiri, maka tidak ada yang bisa kita lakukan. Grab akan terus melakukan terobosan terbaru demi mewujudkan kesejahtraan customer dan grab driver.

Satu satu nya yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan performa kita sebagai gojek, dengan mengetahu tips trik, cara mencari titik spot dengan benar, cara menang bid, dan tips trik lainnya. Dengan demikian, semoga penghasilan kalian bisa naik lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *